Pupuk Subsidi Terbatas, Petani Tetap Tingkatkan Produktivitas
Rabu, 21 April 2021 - 21:38 WIB
Penurunan alokasi terbesar terjadi pada pupuk subsidi jenis SP-36 dan ZA. Tahun 2020 Indramayu menerima jatah SP-36 sebanyak 14.145 ton, sedangkan tahun 2021 jatah yang didapatkan hanya sebanyak 319 ton. Untuk jenis ZA, tahun lalu sebanyak 8.703 ton, sementara di 2021 hanya dapat 1.650 ton.
Selain itu untuk jenis NPK yang tahun lalu memperoleh alokasi sebanyak 51.130 ton, pada tahun 2021 hanya memperoleh 31.102 ton. Sementara untuk jenis urea dan organik turun tidak terlalu signifikan dan di tahun ini pemerintah juga menambah alokasi pupuk organik cair.
Menurut Dasma, keterbatasan kuota pupuk subsidi untuk Indramayu tersebut belum semua petani menerima sosialisasi. Situasi inilah yang kemudian disampaikan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).
( Baca juga: Yenny Wahid Apresiasi Respons Cepat Nadiem soal Kamus Sejarah )
Dasma menegaskan dengan adanya keterbatasan pupuk subsidi tersebut, para petani di Indramayu tetap berusaha maksimal untuk tetap menjaga produktivitas.
Selain itu untuk jenis NPK yang tahun lalu memperoleh alokasi sebanyak 51.130 ton, pada tahun 2021 hanya memperoleh 31.102 ton. Sementara untuk jenis urea dan organik turun tidak terlalu signifikan dan di tahun ini pemerintah juga menambah alokasi pupuk organik cair.
Menurut Dasma, keterbatasan kuota pupuk subsidi untuk Indramayu tersebut belum semua petani menerima sosialisasi. Situasi inilah yang kemudian disampaikan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).
( Baca juga: Yenny Wahid Apresiasi Respons Cepat Nadiem soal Kamus Sejarah )
Dasma menegaskan dengan adanya keterbatasan pupuk subsidi tersebut, para petani di Indramayu tetap berusaha maksimal untuk tetap menjaga produktivitas.
Lihat Juga :