Pastikan Pangan Tetap Tersedia, Petani di Bima Percepat Tanam

Kamis, 21 Mei 2020 - 21:44 WIB
Berdasarkan data lapangan bahwa dari 54 petani anggota Poktan La U’a, 25 orang diantaranya merupakan alumni peserta kegiatan SL Program IPDMIP Tahun 2019, dimana sekitar 24% petani alumni SL tersebut telah menerapkan teknologi Jarwo di lahan usaha taninya.

Selain dikawal oleh PPL dan Staf Lapangan, kegiatan ini juga dipantau langsung oleh Kepala Desa Karumbu Murthalib M. Said. Menurut Kades, pemantauan ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan penanaman yang dilaksanakan oleh para petani.

"Sehingga Pemerintahan Desa dapat memprediksi kondisi stok pangan masyarakat untuk beberapa bulan ke depan, lebih-lebih dalam menghadapi kemungkinan terus merebaknya wabah Covid-19," papar Murthalib.

Selain itu, Kades juga ingin melihat secara langsung tingkat penerapan teknologi oleh para petani alumni SL Program IPDMIP di desanya. Karena menurut pantauan Pemerntahan Desa bahwa sejak diperkenalkannya teknologi Jajar Legowo yang difasilitasi melaui Program IPDMIP, banyak manfaat yang dirasakan oleh warganya.

"Terutama dari aspek produktivitas yang rata-rata mengalami peningkatan hingga 15,9% bila dibandingkan dengan usaha tani konvensional yang digeluti para petaninya selama ini. Selain itu, melalui Program IPDMIP, pemerintah Desa juga memperoleh dukungan yang kuat dari berbagai pihak terkait, khususnya dari Dinas Pertanian dan Perkebunan, PUPR dan Bappeda," katanya.

Dukungan itu baik dalam bentuk sinergitas antar lembaga maupun bimbingan teknis petugas lapangan dari masing-masing Instansi tersebut. Termasuk dalam mengedukasi para petani terkait dengan protap standar dalam beraktifitas di situasi pandemi Covid-19 saat ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!