Investasi di Sektor Digital Dorong Kinerja Telkom Group
Selasa, 11 Mei 2021 - 13:37 WIB
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) diperkirakan bisa meningkatkan kinerja keuangan melalui strategi digitalisasi yang semakin gencar dilakukan anak-anak usahanya. Foto/Ist
JAKARTA - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) diperkirakan bisa meningkatkan kinerja keuangan melalui strategi digitalisasi yang semakin gencar dilakukan anak-anak usahanya. Suntikan modal USD 300 juta yang diberikan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) kepada Gojek Indonesia pada Senin (10/5), menjadi bagian dari strategi tersebut.
Analis Senior CSA Research Institute, Reza Priyambada mengatakan, imbas positif dari suntikan dana Telkomsel setara Rp4,3 triliun kepada Gojek akan bisa terlihat pada strategi dan target dari aksi korporasi.
Baca Juga : Wow! Telkomsel Kembali Kucurkan Investasi Rp4,4 Triliun ke Gojek
“Kalau kita lihat imbas positif, tentu tergantung strategi dan target aksi tersebut. Apakah transaksi itu hanya untuk portofolio, atau ada yang ingin dicapai Telkomsel? Misalnya mendapatkan pelanggan baru dari mitra-mitra Gojek yang menggunakan Simpati atau Kartu Halo, ini bisa jadi sasaran,” ujar Reza saat dihubungi di Jakarta, Selasa (11/5/2021).
Sebagai informasi, pada akhir 2019 lalu jumlah mitra Gojek tercatat sebanyak 1,8 juta orang terdiri dari 600 ribu pengemudi GoCar dan 1,2 juta orang pengemudi Goride. Tambahan modal dari Telkomsel tersebut menurut Reza tentunya bisa digunakan untuk melakukan ekspansi layanan sehingga memberikan dampak positif bagi Telkomsel.
Analis Senior CSA Research Institute, Reza Priyambada mengatakan, imbas positif dari suntikan dana Telkomsel setara Rp4,3 triliun kepada Gojek akan bisa terlihat pada strategi dan target dari aksi korporasi.
Baca Juga : Wow! Telkomsel Kembali Kucurkan Investasi Rp4,4 Triliun ke Gojek
“Kalau kita lihat imbas positif, tentu tergantung strategi dan target aksi tersebut. Apakah transaksi itu hanya untuk portofolio, atau ada yang ingin dicapai Telkomsel? Misalnya mendapatkan pelanggan baru dari mitra-mitra Gojek yang menggunakan Simpati atau Kartu Halo, ini bisa jadi sasaran,” ujar Reza saat dihubungi di Jakarta, Selasa (11/5/2021).
Sebagai informasi, pada akhir 2019 lalu jumlah mitra Gojek tercatat sebanyak 1,8 juta orang terdiri dari 600 ribu pengemudi GoCar dan 1,2 juta orang pengemudi Goride. Tambahan modal dari Telkomsel tersebut menurut Reza tentunya bisa digunakan untuk melakukan ekspansi layanan sehingga memberikan dampak positif bagi Telkomsel.
Lihat Juga :