Investasi di Sektor Digital Dorong Kinerja Telkom Group
Selasa, 11 Mei 2021 - 13:37 WIB
“Sementara bagi Telkom, kontribusi Telkomsel ini merupakan penyumbang konsolidasi paling besar. Sehingga harapannya dengan adanya tambahan pelanggan baru dari Gojek maka diharapkan pendapatan layanan dan konsolidasi akan berdampak positif,” jelas Reza.
Secara keseluruhan, Telkomsel menyuntikkan dana setara Rp6,3 triliun kepada Gojek. Investasi tersebut dilakukan secara bertahap, yaitu USD150 juta pada November 2020 dan Mei 2021 sebesar USD300 juta.
Manajemen Telkomsel menyatakan investasi ini menjadi momentum integrasi ekosistem kedua perusahaan untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan mitra. Serta menghadirkan lebih banyak solusi yang mampu mengembangkan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Hal tersebut sejalan dengan strategi digitalisasi sebagai motor penggerak bisnis di tengah pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang ditetapkan Telkom sebagai induk usaha Telkomsel.
Strategi digitalisasi terbukti berhasil membuat Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp136,46 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 0,7% jika dibandingkan tahun 2019.
Selain itu laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) perseroan tahun 2020 tercatat sejumlah Rp72,08 triliun dengan laba bersih Rp20,80 triliun. Di mana masing-masing tumbuh sebesar 11,2% dan 11,5% dibandingkan tahun 2019.
Analis Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat dan Henry Tedja dalam risetnya menyatakan kinerja Telkom sepanjang tahun lalu lebih baik dibandingkan ekspektasi mereka.
Secara keseluruhan, Telkomsel menyuntikkan dana setara Rp6,3 triliun kepada Gojek. Investasi tersebut dilakukan secara bertahap, yaitu USD150 juta pada November 2020 dan Mei 2021 sebesar USD300 juta.
Manajemen Telkomsel menyatakan investasi ini menjadi momentum integrasi ekosistem kedua perusahaan untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan mitra. Serta menghadirkan lebih banyak solusi yang mampu mengembangkan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Hal tersebut sejalan dengan strategi digitalisasi sebagai motor penggerak bisnis di tengah pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang ditetapkan Telkom sebagai induk usaha Telkomsel.
Strategi digitalisasi terbukti berhasil membuat Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp136,46 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 0,7% jika dibandingkan tahun 2019.
Selain itu laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) perseroan tahun 2020 tercatat sejumlah Rp72,08 triliun dengan laba bersih Rp20,80 triliun. Di mana masing-masing tumbuh sebesar 11,2% dan 11,5% dibandingkan tahun 2019.
Analis Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat dan Henry Tedja dalam risetnya menyatakan kinerja Telkom sepanjang tahun lalu lebih baik dibandingkan ekspektasi mereka.
Lihat Juga :