Pertamina Tanggulangi Tumpahan Minyak di Pesisir Pantai Makassar

Jum'at, 22 Mei 2020 - 20:41 WIB
Tim gabungan dari Pertamina MOR VII saat melakukan penanggulangan tumpahan minyak yang terjadi di pesisir Pantai Makassar. Foto/Ist
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII bergerak cepat dalam upaya menanggulangi tumpahan minyak yang terjadi di pesisir Pantai Makassar. Tim gabungan yang terdiri dari fungsi Health Safety Security Environment (HSSE), Marine VII dan Supply & Distribution VII sigap mencegah penyebaran minyak lebih luas lagi.

Dilaporkan bahwa hal itu terjadi saat start bunker produk Low Sulfur Fuel Oil (LSFO) ke Liquid Petroleum Gas Carrier (LPGC) Arimbi di Dermaga 2 Integrated Terminal (IT) Makassar Rabu (20/5) lalu. Dugaan awal, kebocoran bahan bakar yang biasa digunakan untuk mesin kapal ini berasal dari flange to flange jalur pipa bunker yang secara lokasi tidak terlihat oleh mata lantaran posisinya tertutup pelat, sehingga bocoran minyak melebar ke arah bibir pantai.



Saat diketahui terjadinya kebocoran, operasi langsung dihentikan dan dilakukan penanganan tumpahan. Tim penanggulangan tumpahan Integrated Terminal Makassar segera melakukan perbaikan dan pemasangan oil boom di area tumpahan untuk mengurung minyak agar tidak menyebar luas. Meski sudah terpasang oil boom tetapi masih ada yang lolos. Minyak yang lolos itu kemudian segera ditanggulangi dengan menggunakan absorbent pad dan dispersant.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII Hatim Ilwan menjelaskan, penanggulangan kebocoran minyak ini telah ditanggulangi sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di Pertamina. "Kami telah melakukan upaya terbaik agar tumpahan minyak tidak meluas dan dampak yang ditimbulkan bisa seminim mungkin," jelasnya melalui keterangan resmi, Jumat (22/5/2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!