Pentingnya Literasi Digital Bagi UMKM Agar Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri
Rabu, 26 Mei 2021 - 06:31 WIB
Semuel menuturkan, hingga Maret 2021, sudah lebih dari 15 juta pelaku UMKM telah melakukan onboardingdanjuga tergabung melalui GBBI. Kemenkominfo pun selanjutnya menindaklanjuti onboarding tersebut, melalui beberapa kegiatan kunci, yakni kajian UMKM naik kelas, survei kebutuhan UMKM terhadap teknologi, dan penyediaan portal agregator layanan UMKM bernama LakUMKM.
“Sebab onboarding saja tidak cukup, karena cumaperkenalkan. Tingkatkan produk sangat penting, saya harapkan entrepreneur muda membantu, inovasi yang bisa kita terapkan kepada 64 juta UMKM,” kata dia.
Selain literasi, ia pun menekankan para UMKM untuk terus meningkatkan inovasi. Menurut dia, inovasi harus selalu dilakukan agar tidak membuat para pelaku UMKM cepat merasa puas dengan hasil yang ada.
Sementara itu, Direktur Utama Sirclo, Brian Marshal juga senada. Menurut dia, inovasi dari para pelaku UMKM dapat melahirkan konten yang menarik. Ia mengatakan, perkembangan suatu brand saat ini salah satunya karena ditopang oleh konten yang dapat menarik para konsumen.
“Saya lihat (UMKM) banyak belum ke arah sana. Barang difoto pakai handphone ala kadarnya, packing ala kadarnya, pasti akan kalah jauh dengan konten yang Instagram frendly. Brandingnya di ranah digital yang masih jadi kendala,” kata dia.
Lalu, sambung dia, literasi digital juga tidak bisa dipandang hanya sekedar alat semata. Kendati demikian, juga harus dipandang sebagai upaya untuk meningkatkan kesiapan produk dan mengenal budaya baru.
“Sebab onboarding saja tidak cukup, karena cumaperkenalkan. Tingkatkan produk sangat penting, saya harapkan entrepreneur muda membantu, inovasi yang bisa kita terapkan kepada 64 juta UMKM,” kata dia.
Selain literasi, ia pun menekankan para UMKM untuk terus meningkatkan inovasi. Menurut dia, inovasi harus selalu dilakukan agar tidak membuat para pelaku UMKM cepat merasa puas dengan hasil yang ada.
Sementara itu, Direktur Utama Sirclo, Brian Marshal juga senada. Menurut dia, inovasi dari para pelaku UMKM dapat melahirkan konten yang menarik. Ia mengatakan, perkembangan suatu brand saat ini salah satunya karena ditopang oleh konten yang dapat menarik para konsumen.
“Saya lihat (UMKM) banyak belum ke arah sana. Barang difoto pakai handphone ala kadarnya, packing ala kadarnya, pasti akan kalah jauh dengan konten yang Instagram frendly. Brandingnya di ranah digital yang masih jadi kendala,” kata dia.
Lalu, sambung dia, literasi digital juga tidak bisa dipandang hanya sekedar alat semata. Kendati demikian, juga harus dipandang sebagai upaya untuk meningkatkan kesiapan produk dan mengenal budaya baru.
Lihat Juga :