Covid-19 Mengganas, Sejumlah Kadin Daerah Minta Munas Ditunda
Senin, 14 Juni 2021 - 10:49 WIB
Para Ketua Kadin daerah tadi berpendapat bahwa daerah penyelenggara mesti bisa menjamin acara munas berlangsung secara bermartabat. Sementara, Kendari dinilai punya catatan buruk, merujuk pada saat Kadin Sulawesi Tenggara menggelar Musyawarah Provinsi di Kendari, untuk pemilihan Ketua. Acara itu berlangsung ricuh dan panas, bahkan nyaris terjadi adu pukul.
Lalu, di luar organisasi Kadin, tercatat acara Kongres PAN V, 11 Februari 2020, di Kendari, juga berlangsung rusuh. Peserta adu pukul, dan saling lempar kursi. Kejadian serupa juga terjadi saat Musyawarah Daerah KNPI, 30 Mei 2021, di Kendari.
"Kalau saya berpendapat lebih baik ditunda, bukan semata soal tempatnya. Tapi lebih pada faktor kesehatan. Saat ini kasus Covid nasional sudah menembus lebih dari 8.000 orang per hari, dan secara keseluruhan hampir menembus 2 juta orang. Ini sangat menakutkan. Tidak baik Munas Kadin diselenggarakan saat ini," kata Kukrit dalam siaran pers yang diterima, Senin (14/6/2021).
Kukrit mengingatkan, Munas Kadin sekurangnya akan dihadiri 400 orang, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. "Saya ragu Munas Kadin akan mendapat izin. Sebab jumlah peserta berpotensi untuk membuat kerumunan. Ini dilarang pemerintah. Sangat berbahaya bagi para peserta," ucapnya.
Senada dengannya, Ketua Kadin Sumatera Utara Ivan Batubara menegaskan bahwa kasus Covid-19 meningkat di mana-mana. "Jangan sampai peserta yang datang dari berbagai wilayah membawa masalah baru di Kendari. Itu tidak sejalan dengan imbauan Pemerintah," tegasnya.
Ivan mengusulkan dicarikan waktu dan tempat yang lebih pas mengingat saat ini pandemi semakin mengganas. "Kita harus patuhi anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid. Jangan sampai kita datang ke Kendari justru membawa masalah bagi masyarakat setempat," ujarnya.
Ketua Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto juga menegaskan bahwa alangkah baiknya Munas Kadin VIII di Kendari ditunda. Selain kasus covid-19 yang melonjak, fasilitas di Kendari menurutnya juga terbatas.
"Saya juga mendapat info, rumah sakit di Kendari terus bertambah penderita Covid-nya. Begitu juga di wilayah Indonesia lainnya. Saran saya Munas Kadin ditunda dan juga dipindahkan dari Kendari," tandasnya.
Lalu, di luar organisasi Kadin, tercatat acara Kongres PAN V, 11 Februari 2020, di Kendari, juga berlangsung rusuh. Peserta adu pukul, dan saling lempar kursi. Kejadian serupa juga terjadi saat Musyawarah Daerah KNPI, 30 Mei 2021, di Kendari.
"Kalau saya berpendapat lebih baik ditunda, bukan semata soal tempatnya. Tapi lebih pada faktor kesehatan. Saat ini kasus Covid nasional sudah menembus lebih dari 8.000 orang per hari, dan secara keseluruhan hampir menembus 2 juta orang. Ini sangat menakutkan. Tidak baik Munas Kadin diselenggarakan saat ini," kata Kukrit dalam siaran pers yang diterima, Senin (14/6/2021).
Kukrit mengingatkan, Munas Kadin sekurangnya akan dihadiri 400 orang, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. "Saya ragu Munas Kadin akan mendapat izin. Sebab jumlah peserta berpotensi untuk membuat kerumunan. Ini dilarang pemerintah. Sangat berbahaya bagi para peserta," ucapnya.
Senada dengannya, Ketua Kadin Sumatera Utara Ivan Batubara menegaskan bahwa kasus Covid-19 meningkat di mana-mana. "Jangan sampai peserta yang datang dari berbagai wilayah membawa masalah baru di Kendari. Itu tidak sejalan dengan imbauan Pemerintah," tegasnya.
Ivan mengusulkan dicarikan waktu dan tempat yang lebih pas mengingat saat ini pandemi semakin mengganas. "Kita harus patuhi anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid. Jangan sampai kita datang ke Kendari justru membawa masalah bagi masyarakat setempat," ujarnya.
Ketua Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto juga menegaskan bahwa alangkah baiknya Munas Kadin VIII di Kendari ditunda. Selain kasus covid-19 yang melonjak, fasilitas di Kendari menurutnya juga terbatas.
"Saya juga mendapat info, rumah sakit di Kendari terus bertambah penderita Covid-nya. Begitu juga di wilayah Indonesia lainnya. Saran saya Munas Kadin ditunda dan juga dipindahkan dari Kendari," tandasnya.
Lihat Juga :