Duh! Di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19 Muncul Ancaman Harga Pangan
Rabu, 16 Juni 2021 - 13:00 WIB
Fithra melanjutkan, negara-negara yang sebelumnya menjadi eksportir barang-barang komoditas pangan, kemudian menahannya untuk kebutuhan dalam negeri. Tentu saja langkah itu bisa memicu kenaikan harga.
“Secara alami, demand itu lebih agresif dibandingkan dengan kemampuan produksi. Jadi seperti yang kita alami sekarang dengan kenaikan harga, itu disebabkan karena gap tersebut,” ujarnya dalam Market Review di IDX Channel, Rabu (16/6/2021).
Menyikapi terkait naiknya harga pangan di pasar dunia, Fithra menyebut, Indonesia harus mengamankan stok. Bukan hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari sisi impor.
“Ini harus dipetakan, mana produk-produk yang bisa diproduksi dan bisa dicari, mana yang kemudian punya potensi akan langka,” tutur Fithra.
Berikutnya, jika Indonesia memiliki potensi komoditas langka dan ada gap antara demand dan suplainya, maka diperlukan kerja sama pihak pemerintah dan swasta. Tindakan itu guna melakukan kerja sama terbatas dengan para eksportir dengan cara memprioritaskan masyarakat Indonesia sebagai pembeli.
“Secara alami, demand itu lebih agresif dibandingkan dengan kemampuan produksi. Jadi seperti yang kita alami sekarang dengan kenaikan harga, itu disebabkan karena gap tersebut,” ujarnya dalam Market Review di IDX Channel, Rabu (16/6/2021).
Menyikapi terkait naiknya harga pangan di pasar dunia, Fithra menyebut, Indonesia harus mengamankan stok. Bukan hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari sisi impor.
“Ini harus dipetakan, mana produk-produk yang bisa diproduksi dan bisa dicari, mana yang kemudian punya potensi akan langka,” tutur Fithra.
Berikutnya, jika Indonesia memiliki potensi komoditas langka dan ada gap antara demand dan suplainya, maka diperlukan kerja sama pihak pemerintah dan swasta. Tindakan itu guna melakukan kerja sama terbatas dengan para eksportir dengan cara memprioritaskan masyarakat Indonesia sebagai pembeli.
Lihat Juga :