Kerja Sama Insinyur dan Dokter Harus Ditingkatkan untuk Pemulihan Kesehatan dan Ekonomi Nasional

Jum'at, 18 Juni 2021 - 19:36 WIB
(Baca juga:Baru Terpenuhi 40 Persen, Kebutuhan Insinyur Indonesia Capai 260.000 Orang)

Heru Dewanto menyayangkan kondisi Indonesia masih ketergantungan alkes dari luar negeri. Menurut dia, jika Indonesia membutuhkan alkes tertentu dari luar negeri, bisa saja pesanan Indonesia tidak ditindaklanjuti, jika menurut produsen Indonesia bukan negara prioritas. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, bisa membuat harga alkes melambung tinggi.

“Alkes dengan teknologi rendah bisa saja dikirimkan ke Indonesia dengan niat si produsen butuh menghabiskan stok. Kalau kita beli alkes dari luar, dana pemerintah tidak dibelanjakan ke rakyatnya sendiri,” katanya.

(Baca juga:Insinyur Pemugar Sumur Suci Zamzam Wafat, Arab Saudi Berduka)

PII, menurut Heru Dewanto, berkomitmen untuk menanggulangi permasalahan kesehatan di Indonesia. Kata dia, PPI telah menyelenggarakan kegiatan learning center, sebagai upaya membekali para insinyur dalam menghadapi masa pandemi Covid-19.

PII juga sudah melaksanakan uji coba ventilator di BPFK Kementerian Kesehatan, produksi serta distribusi bantuan masker, sanitizer, kamar sterilisasi, dan sembako. “Kami juga sudah melakukan riset dan pengembangan masker kain hibrida dalam negeri, dengan efisiensi filtrasi setara dengan masker N95,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!