Imbas Pandemi, Peran Proteksi Asuransi Kembali Dilirik Masyarakat

Selasa, 22 Juni 2021 - 18:06 WIB
Dia melihat, dari kondisi pandemi ada keuntungan juga bahwa FWD Insurance bergerak lebih cepat untuk proses digital. FWD Insurance hadir dengan berbasis digital, bahkan sebelum pandemi. Terlebih lagi, online process adalah keniscayaan, jadi mau tidak mau semua harus melalui proses online. "Alhamdulillah, kita bisa survive dan tetap tumbuh, dalam hal mempercepat masyarakat untuk semuanya makin cepat terproteksi," ucapnya.

Dilihat dari laporan keuangan asosiasi, komposisi produk mix paling besar adalah unit link. Unit link sendiri adalah produk asuransi yang harus dijual face to face, sebagai peraturan bahwa secara fisik harus bertemu calon nasabah. Namun kondisi pandemi ini juga mendorong OJK mengakomodir tenaga pemasar dapat berjualan unit link dan beraktivitas tanpa bertemu fisik.

Baca Juga: Duh Gawat! Varian Delta Bisa Picu Gelombang 2 Covid-19 di Indonesia

Bukan hanya dari inovasi proses penjualan tanpa tatap muka, Otoritas Jasa Keuangan(OJK) pun sampai pertengahan pandemi mencoba mengakomodir tenaga pemasar dapat beraktivitas tanpa bertemu fisik. "Kita tidak bisa menunggu sampai legalisasi proses itu sempurna, misal penjualan online tanpa face to face, tapi proses ini perlu waktu terbiasa," tambahnya.

Ade pun mengatakan bahwa FWD Insurance merasa beruntung bahwa di awal tahun 2020, pihaknya melihat keperluan adanya shifting produk dari investment focused product ke protection focused product. "Sebelum pandemi. kita memberanikan diri menerbitkan produk non-unit link. Kami melihat akan ada kebutuhan yang kembali pada kebutuhan dasar, yaitu proteksi," pungkas Ade.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!