Bank Sulselbar Lakukan Kajian Spin Off Bank Syariah
Jum'at, 25 Juni 2021 - 18:37 WIB
Meski kebutuhan modal sudah terpenuhi, prosesnya masih panjang. Dibutuhkan waktu dua hingga tiga tahun. Lalu persetujuan tidak hanya dibutuhkan dari para pemegang saham, tapi juga dari nasabah.
"Terlalu banyak syarat, target manajemen tadi dua atau tiga tahun ke depan karena harus disetujui seluruh pemegang saham, nasabah, dan itu lagi yang dirapatkan, masih panjang prosesnya," sebutnya.
Baca juga:Pemkab Bulukumba Dapat Bantuan 10 Motor Sampah dari Bank Sulselbar
Prof Marsuki menilai, rencana spin off itu karena potensi bisnis bank syariah di Sulsel yang menggiurkan. Bisnis syariah Bank Sulselbar juga selama ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif, bahkan jika dibandingkan dengan bisnis konvensional. Tak hanya itu, perhatian pemerintah pusat terhadap bank syariah juga sangat besar.
"Spin off oleh manajemen karena melihat prospek dan potensi bisnis bank syariah di Sulsel cukup bagus. Sudah ada unit syariah sejak dulu, dan itu pertumbuhan kredit itu besar dibandingkan konvensional. Mungkin itulah makanya mau spin off. Tapi itu tidak bisa diputuskan gampang karena Sulsel kan masih ada juga yang menganggap syariah itu, padahal pengelolaan sistemnya tetap bisnis oriented. Itu bukan ideologis tapi kebutuhan pasar," jelasnya.
"Terlalu banyak syarat, target manajemen tadi dua atau tiga tahun ke depan karena harus disetujui seluruh pemegang saham, nasabah, dan itu lagi yang dirapatkan, masih panjang prosesnya," sebutnya.
Baca juga:Pemkab Bulukumba Dapat Bantuan 10 Motor Sampah dari Bank Sulselbar
Prof Marsuki menilai, rencana spin off itu karena potensi bisnis bank syariah di Sulsel yang menggiurkan. Bisnis syariah Bank Sulselbar juga selama ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif, bahkan jika dibandingkan dengan bisnis konvensional. Tak hanya itu, perhatian pemerintah pusat terhadap bank syariah juga sangat besar.
"Spin off oleh manajemen karena melihat prospek dan potensi bisnis bank syariah di Sulsel cukup bagus. Sudah ada unit syariah sejak dulu, dan itu pertumbuhan kredit itu besar dibandingkan konvensional. Mungkin itulah makanya mau spin off. Tapi itu tidak bisa diputuskan gampang karena Sulsel kan masih ada juga yang menganggap syariah itu, padahal pengelolaan sistemnya tetap bisnis oriented. Itu bukan ideologis tapi kebutuhan pasar," jelasnya.
(luq)
Lihat Juga :