Bangkitkan Kegiatan Ekonomi Perlu Kontak Fisik

Senin, 12 Juli 2021 - 19:51 WIB
Solusi atas hal itu, Budi memandang perlu untuk secepatnya mengembalikan keyakinan masyarakat bahwa kontak fisik aman dilakukan. "Sehingga mereka mau melakukan kontak fisik, otomatis ekonomi akan baik dengan sendirinya. Karena memang masalah utamanya di sektor kesehatan", ujarnya.

Budi yang juga mengatakan bahwa krisis ekonomi saat ini disebabkan oleh krisis kesehatan, mencatat perlunya membuat rakyat nyaman dalam melakukan transaksi fisik. "Satu hal yang utama adalah memberikan keyakinan ke masyarakat agar mereka tidak takut untuk keluar dan melakukan kontak fisik. Itu adalah hal yang sangat penting untuk bisa mengembalikan kegiatan ekonomi kita," imbuhnya.

Namun demikian, untuk saat ini, pemerintah masih menahan laju mobilitas melalui kebijakan PPKM Darurat. "Kita akan mengurangi laju penularan, supaya orang tidak sakit dan merasa percaya diri dan aman untuk keluar. Kalaupun toh kita biarkan terbuka, tapi kemudian masyarakat tidak merasa aman, mereka tidak keluar, kegiatan ekonomi juga tidak bisa pulih kembali. Kegiatan ekonomi di Indonesia saya rasa masih 70-80 persen sangat bergantung pada kontak fisik," terangnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Bakal Tambah Utang Lagi Rp515 Triliun

Budi melihat bahwa laju pertumbuhan ekonomi juga harus melihat tingkat kesehatan masyarakatnya. "(Penekanan laju mobilitas memang) akan mengurangi kontak fisik, akan memperlambat pertumbuhan ekonomi, tapi menurut saya, lebih baik kita ekonominya maju pelan-pelan satu langkah selangkah, daripada lari cepat seribu langkah kemudian jatuh, malah tidak bisa jalan lagi berikutnya. Kalau kita sudah merasa aman, prokes berjalan baik, kita maju lima-sepuluh langkah. Itu saya lihat jauh lebih efektif untuk kesinambungan ekonomi negara" tegasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!