95% Bansos Tunai Sudah Tersalurkan di DKI Jakarta, Sudah Kebagian Belum?
Minggu, 01 Agustus 2021 - 05:39 WIB
Untuk Wilayah DKI Jakarta, pada Sabtu 31 Juli ini atau 7 Hari setelah mulai bayar PT Pos Indonesia sudah berhasil menyalurkan sebanyak 95% dari alokasi Bantuan Sosial Tunai (BST) yang ada. Foto/Dok
JAKARTA - Bantuan Sosial Tunai (BST) atau bansos tunai untuk Wilayah DKI Jakarta sudah berhasil menyalurkan sebanyak 95% dari alokasi yang ada, per Sabtu 31 Juli ini atau 7 Hari setelah mulai bayar PT Pos Indonesia . Dalam upaya menyelamatkan nyawa berbarengan dengan pemulihan ekonomi, pemerintah menjalankan program Jaring Pengaman Sosial yang salah satunya pemberian Bantuan Sosial Tunai (BST) atau bansos tunai.
“Karena warga terbatas bergerak, kami yang bergerak. Tenaga pengantar kita tambah, protokol kita perketat, seluruh karyawan yang melakukan pengantaran kita vaksin lengkap,” kata Direktur Bisnis Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia (persero), Charles Sitorus di Jakarta, Sabtu (31/7).
Baca Juga: Terima Banyak Kritik Bansos Dikorupsi, Mahfud MD: Itu Sudah Diselesaikan Secara Hukum
"Tahun ini sangat dibatasi, karena tidak boleh menimbulkan banyak kerumunan. Kami juga perkuat koordinasi dengan aparat setempat, RT/RW, Dinas Kesehatan setempat, Satgas Covid, dan pihak keamanan sejak 15 Juli," sambung Charles.
Lantaran metode kali ini sistemnya jemput bola, maka Pos Indonesia harus memperbanyak jumlah petugas juru bayar yang diturunkan ke lapangan.
“Karena warga terbatas bergerak, kami yang bergerak. Tenaga pengantar kita tambah, protokol kita perketat, seluruh karyawan yang melakukan pengantaran kita vaksin lengkap,” kata Direktur Bisnis Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia (persero), Charles Sitorus di Jakarta, Sabtu (31/7).
Baca Juga: Terima Banyak Kritik Bansos Dikorupsi, Mahfud MD: Itu Sudah Diselesaikan Secara Hukum
"Tahun ini sangat dibatasi, karena tidak boleh menimbulkan banyak kerumunan. Kami juga perkuat koordinasi dengan aparat setempat, RT/RW, Dinas Kesehatan setempat, Satgas Covid, dan pihak keamanan sejak 15 Juli," sambung Charles.
Lantaran metode kali ini sistemnya jemput bola, maka Pos Indonesia harus memperbanyak jumlah petugas juru bayar yang diturunkan ke lapangan.
Lihat Juga :