Industri Asuransi Harus Adaptasi Tantangan Digitalisasi
Kamis, 05 Agustus 2021 - 20:51 WIB
Menurutnya, hal ini mengubah perilaku para pelaku industri dan berkontribusi terhadap akselerasi penetrasi asuransi domestik. Politisi PKB ini menuturkan, pengguna internet yang semakin besar di Indonesia menjadi peluang bagi pertumbuhan industri asuransi.
(Baca juga:Asuransi Tidak Cuma Soal Kesehatan dan Kendaraan, Aset Properti Juga Penting)
“Penetrasi internet di awal tahun ini mencapai 73,7% dari 275 juta penduduk Indonesia. Ini hal bagus. Industri asuransi perlu menyuguhkan variasi produk agar masyarakat memiliki alternatif,” katanya.
Fathan Subchi menambahkan, saat ini tantangan yang dihadapi industri asuransi amat mirip dengan industri keuangan lainnya. Tantangan tersebut di antaranya rendahnya literasi dan inklusi sehingga akses ke industri keuangan termasuk asuransi menjadi terbatas. “Persoalan rendahnya literasi dan inklusi ini menjadi tantangan tersendiri. Ini harus dipecahkan bersama-sama oleh stakeholder industri keuangan di tanah air,” katanya.
(Baca juga:Usai Dilantik, Para Ahli Asuransi Diharapkan Berkontribusi pada Industri)
(Baca juga:Asuransi Tidak Cuma Soal Kesehatan dan Kendaraan, Aset Properti Juga Penting)
“Penetrasi internet di awal tahun ini mencapai 73,7% dari 275 juta penduduk Indonesia. Ini hal bagus. Industri asuransi perlu menyuguhkan variasi produk agar masyarakat memiliki alternatif,” katanya.
Fathan Subchi menambahkan, saat ini tantangan yang dihadapi industri asuransi amat mirip dengan industri keuangan lainnya. Tantangan tersebut di antaranya rendahnya literasi dan inklusi sehingga akses ke industri keuangan termasuk asuransi menjadi terbatas. “Persoalan rendahnya literasi dan inklusi ini menjadi tantangan tersendiri. Ini harus dipecahkan bersama-sama oleh stakeholder industri keuangan di tanah air,” katanya.
(Baca juga:Usai Dilantik, Para Ahli Asuransi Diharapkan Berkontribusi pada Industri)
Lihat Juga :