Rayuan Agar Mau Divaksin dengan Embel-embel Diskon Belanja
Kamis, 12 Agustus 2021 - 11:57 WIB
Caranya, lanjut Jerry, pelanggan yang sudah vaksin dua kali bisa menunjukkan bukti vaksinnya dan kemudian pelanggan tersebut bisa mengakses program-program upgrade dan prioritas secara berkelanjutan. Dalam hal ini, prosesnya dilakukan sekali di awal, tanpa harus mendaftar ulang kembali di masing-masing program upgrade dan diskon.
“Jadi pelanggan cuma harus masukkan bukti vaksin di awal saja. Setelah itu ia bebas mengakses dan mendapat diskon-diskon khusus yang diselenggarakan oleh platform yang ia ikuti. Itu buat pelanggan yang sudah vaksin dua kali. Kalau yang sekali tentu akan dapat diskon lebih kecil,” tambah Jerry.
Menurut Wamendag, program prioritas ini akan memberikan keuntungan ganda. Pertama, masyarakat lebih termotivasi lagi untuk di vaksin sehingga kekebalan kelompok bisa lebih cepat terwujud. Dengan program ini masyarakat jadi terpacu untuk mengikuti program vaksin.
Kedua, akan memberikan insentif dalam berbelanja sehingga roda perekonomian juga akan makin berputar. Jerry menerangkan, porsi belanja online masyarakat meningkat pesat selama masa pandemi. Banyak platform online mencatat peningkatan transaksi 100% sampai 200%.
Saat ini, sebagian besar mereka yang berbelanja online adalah kelompok milenial dan generasi Z. Namun demikian, diprediksi tren ini akan makin kuat di kalangan Generasi X dan bahkan Baby Boomer.
“Jadi pelanggan cuma harus masukkan bukti vaksin di awal saja. Setelah itu ia bebas mengakses dan mendapat diskon-diskon khusus yang diselenggarakan oleh platform yang ia ikuti. Itu buat pelanggan yang sudah vaksin dua kali. Kalau yang sekali tentu akan dapat diskon lebih kecil,” tambah Jerry.
Menurut Wamendag, program prioritas ini akan memberikan keuntungan ganda. Pertama, masyarakat lebih termotivasi lagi untuk di vaksin sehingga kekebalan kelompok bisa lebih cepat terwujud. Dengan program ini masyarakat jadi terpacu untuk mengikuti program vaksin.
Kedua, akan memberikan insentif dalam berbelanja sehingga roda perekonomian juga akan makin berputar. Jerry menerangkan, porsi belanja online masyarakat meningkat pesat selama masa pandemi. Banyak platform online mencatat peningkatan transaksi 100% sampai 200%.
Saat ini, sebagian besar mereka yang berbelanja online adalah kelompok milenial dan generasi Z. Namun demikian, diprediksi tren ini akan makin kuat di kalangan Generasi X dan bahkan Baby Boomer.
Lihat Juga :