Saham BCA dan BRI Jadi Tanggul IHSG Hari Ini
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 17:34 WIB
Baca juga:Menhan Inggris Khawatir Afghanistan Jadi Negara Gagal, Surga Para Teroris
Berbagai indeks di kawasan Asia juga dilaporkan kompak lesu seperti Nikkei Jepang (N225) turun (0,14%) ke 27.977, HSI Hong Kong merosot (0,48%) ke 26.391, SSEC Shanghai anjlok (0,24%) ke 3516, STI Singapura menurun (0,63%) ke 3163.
CEO PT Elkoranvidi Indonesia Investama Fendi Susiyanto mengatakan bahwa pergerakan bursa di kawasan Asia turut memicu pergerakan indeks dalam negeri.
"Tampaknya lingkungan secara regional juga dalam posisi tertekan, seperti bursa Nikkei, Hang Seng, dan sebagainya dalam posisi yang juga mengalami koreksi, sehingga menjelang akhir pekan, indeks ikut mengalami koreksi, turun tipis," kata Fendi dalam 2nd Session Closing, Jumat (12/8/2021).
Kendati demikian, Fendi memandang performa dua emiten big caps, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), menjadi 'bumper' alias penahan bagi indeks untuk tidak merosot lebih dalam.
Berbagai indeks di kawasan Asia juga dilaporkan kompak lesu seperti Nikkei Jepang (N225) turun (0,14%) ke 27.977, HSI Hong Kong merosot (0,48%) ke 26.391, SSEC Shanghai anjlok (0,24%) ke 3516, STI Singapura menurun (0,63%) ke 3163.
CEO PT Elkoranvidi Indonesia Investama Fendi Susiyanto mengatakan bahwa pergerakan bursa di kawasan Asia turut memicu pergerakan indeks dalam negeri.
"Tampaknya lingkungan secara regional juga dalam posisi tertekan, seperti bursa Nikkei, Hang Seng, dan sebagainya dalam posisi yang juga mengalami koreksi, sehingga menjelang akhir pekan, indeks ikut mengalami koreksi, turun tipis," kata Fendi dalam 2nd Session Closing, Jumat (12/8/2021).
Kendati demikian, Fendi memandang performa dua emiten big caps, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), menjadi 'bumper' alias penahan bagi indeks untuk tidak merosot lebih dalam.
Lihat Juga :