Lapak Kripto Terbesar di Jepang Bobol: Aset Senilai Rp1,44 Triliun Raib

Jum'at, 20 Agustus 2021 - 14:09 WIB
"Kami menyesal mengumumkan bahwa warm wallets #LiquidGlobal telah disusupi, kami memindahkan aset ke cold wallet," kata perusahaan.

Aksi lancung yang menimpa Liquid merupakan pencurian aset kripto terbesar kedua dalam beberapa hari terakhir. Pekan lalu, platform token digital Poly Network menjadi pusat pencurian dengan nilai yang lebih besar, mencapai USD600 juta. Pencurian yang menimpa Poly terjadi karena si peretas sukses mengeksploitasi kerentanan sistem perusahaan itu.

Baca juga: Pesawat TNI Angkatan Udara Evakuasi 26 WNI dari Afghanistan

Saat ini, Liquid sedang melacak pergerakan aset kripto yang dicuri dan bekerja sama dengan bursa lain. Jika aset kripto hasil curian ditemukan maka akan dibekukan dan dipulihkan.

Didirikan pada tahun 2014, Liquid beroperasi di lebih dari 100 negara dan melayani jutaan pelanggan di seluruh dunia. Menurut data CoinMarketCap, Liquid adalah salah satu dari 20 lapak aset kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan harian.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!