Dampak Pandemi ke Ekonomi Global, Orang Kaya Makin Kaya dan Si Miskin Makin Melarat

Jum'at, 20 Agustus 2021 - 21:38 WIB
"Di Indonesia kita temui gambaran serupa. Kekayaan 15 konglomerat terkaya di Indonesia naik 33,7%, dari USD 53,7 miliar menjadi USD 71,8 miliar. Musibah nasional tidak menghentikan kapitalis dalam meraup profit," ujar Agung Nugroho, Ketua Nasional Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia).

Krisis ekonomi global sendiri sebenarnya sudah terjadi sejak 2019, pandemi Covid-19 yang terjadi pada awal 2020 hanyalah sebagai faktor yang makin memperparah krisis ekonomi global tersebut. Pandemi Covid-19 juga menunjukan bahwa krisis ekonomi global semakin dalam masuk ke jurang resesi, dan sampai hari ini dunia tidak mampu keluar dari krisis ekonomi global yang makin parah akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga: WHO Minta Negara Kaya dan Produsen Vaksin Bantu Negara Berkembang

Rakyat miskin tidak bisa menghentikan aktivitas ekonominya untuk berlindung di rumah, terlebih lagi pekerja sektor informal yang mata pencahariannya sedari awal sudah rentan dan tidak pasti. Memilih antara mati karena virus corona atau mati karena kelaparan, inilah kenyataannya.

Ketidakbecusan pemerintah dalam mengatasi wabah virus corona, keserakahan pemodal yang mengorbankan nyawa pekerja demi produksi, kerakusan korporasi farmasi yang meraup miliaran dolar di tengah krisis ini, semua ini makin menambah dalam jurang resesi tersebut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!