Kenaikan Target Setoran di Tengah Tren Saham BUMN yang Memburuk
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 09:00 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Pemerintah menargetkan perolehan dividen dari perusahaan BUMN sebesar Rp35,6 triliun dalam RAPBN tahun 2022. Angka ini mengalami kenaikan dari outlook dividen BUMN pada tahun 2021 sebesar Rp30 triliun.
Diketahui, beberapa BUMN dan anak usahanya juga mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), mulai dari sektor perbankan seperti Bank BRI (BBRI) hingga sektor pertambangan PT Aneka Tambang (ANTM). Melihat hal tersebut, Analis Panin Sekuritas, William Hartanto mengatakan, prospek saham-saham emiten BUMN yang ada di bursa trennya sedang memburuk belakangan ini.
Baca juga: Potensi Tsunami Selatan Jawa Sampai Jakarta? BMKG: Skenario Terburuk, Belum Tentu Terjadi
"Dari trennya tidak menarik, (saham-saham BUMN) downtrend semua," ujar William kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (20/8/2021).
Diketahui, beberapa BUMN dan anak usahanya juga mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), mulai dari sektor perbankan seperti Bank BRI (BBRI) hingga sektor pertambangan PT Aneka Tambang (ANTM). Melihat hal tersebut, Analis Panin Sekuritas, William Hartanto mengatakan, prospek saham-saham emiten BUMN yang ada di bursa trennya sedang memburuk belakangan ini.
Baca juga: Potensi Tsunami Selatan Jawa Sampai Jakarta? BMKG: Skenario Terburuk, Belum Tentu Terjadi
"Dari trennya tidak menarik, (saham-saham BUMN) downtrend semua," ujar William kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (20/8/2021).
Lihat Juga :