Risma Sebut Pengguna Listrik Besar Terima Bansos, Ekonom: Datanya Tak Komplet
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 14:30 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengakui, penyaluran bantuan sosial (bansos) belum tepat sasaran. Pengakuan tersebut menyusul adanya temuan warga pengguna listrik dengan daya tinggi ikut menerima program jaring pengaman sosial tersebut.
"Jadi bagaimana mungkin dia terima itu bantuan yang rumahnya misalkan 10.000 watt ternyata dia menerima bantuan, dan ini ada yang begitu," ujar Risma, dikutip Sabtu (21/8/2021).
Menanggapi perkara tersebut, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai perlu adanya perbaikan mekanisme penyaluran bansos melalui data terpadu. Data itu berupa integrasi data kependudukan, data kemiskinan yang mengacu pada rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pelanggan listrik, data UMKM, data BPJS kesehatan, hingga data BPJS Ketenagakerjaan.
Baca juga: Ngeri, Amerika Serikat Berhasil Kembangkan Kendaraan Tempur dengan Senjata Laser
"Jadi bagaimana mungkin dia terima itu bantuan yang rumahnya misalkan 10.000 watt ternyata dia menerima bantuan, dan ini ada yang begitu," ujar Risma, dikutip Sabtu (21/8/2021).
Menanggapi perkara tersebut, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai perlu adanya perbaikan mekanisme penyaluran bansos melalui data terpadu. Data itu berupa integrasi data kependudukan, data kemiskinan yang mengacu pada rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pelanggan listrik, data UMKM, data BPJS kesehatan, hingga data BPJS Ketenagakerjaan.
Baca juga: Ngeri, Amerika Serikat Berhasil Kembangkan Kendaraan Tempur dengan Senjata Laser
Lihat Juga :