Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak, Luhut Teriakkan Efisiensi
Jum'at, 03 September 2021 - 14:16 WIB
Jodi menyebutkan, Luhut beserta tim telah mendorong KCIC selaku kontraktor untuk melakukan sejumlah efisiensi terkait permasalahan biaya pembangunan. "Pak Menko dan tim memang sejak diminta mulai ikut membenahi KCIC di November 2019 terus mendorong efisiensi-efisiensi," cetusnya.
Baca Juga: Pemimpin Marxis Rusia: Yesus Kristus adalah Komunis Pertama di Dunia
Dia menambahkan, kisaran pembengkakan biaya (cost overrun) menjadi subyek audit BPKP supaya angkanya bisa lebih akurat. Biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung diketahui membengkak, dimana hitungan terakhir dari PT KAI (Persero), kini menjadi USD7,97 miliar atau sekitar Rp113 triliun dari sebelumnya USD6,07 miliar atau sekitar Rp85 triliun.
Terkait pemenuhan dana untuk pembengkakan biaya yang terjadi saat ini, imbuh dia, masih dalam pembahasan antara pemerintah Indonesia dan BUMN sponsor.
Baca Juga: Pemimpin Marxis Rusia: Yesus Kristus adalah Komunis Pertama di Dunia
Dia menambahkan, kisaran pembengkakan biaya (cost overrun) menjadi subyek audit BPKP supaya angkanya bisa lebih akurat. Biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung diketahui membengkak, dimana hitungan terakhir dari PT KAI (Persero), kini menjadi USD7,97 miliar atau sekitar Rp113 triliun dari sebelumnya USD6,07 miliar atau sekitar Rp85 triliun.
Terkait pemenuhan dana untuk pembengkakan biaya yang terjadi saat ini, imbuh dia, masih dalam pembahasan antara pemerintah Indonesia dan BUMN sponsor.
(fai)
Lihat Juga :