IHSG Berada di Level Sakral, Waspadalah para Investor!
Kamis, 09 September 2021 - 23:59 WIB
Rio menjelaskan, jika indeks berada di atas MA 200, maka indeks akan cenderung naik. Namun, jika berada di bawah MA 200, maka indeks akan cenderung bearish. Para pelaku pasar pun disarankan mencermati level IHSG terlebih dahulu.
“MA 200 IHSG itu sekarang di level 6.059 anggaplah 6.060. Kalau dalam beberapa hari ke depan mampu bertahan di atas level 6.060, maka ada tedensi penguatan IHSG. Tapi kalau ternyata di bawah level 6.060, maka dikhawatirkan ada tren turun pada IHSG untuk jangka pendek,” jelas dia.
Lanjutnya, kondisi tersebut tidak didorong oleh sentimen-sentimen yang ada. Akan tetapi, adanya ketidakpastian pasar yang telah memengaruhi pergerakan IHSG.
“Sebenarnya lebih ketidakpastian pasar, tidak ada sentimen di pasar. Ada yang profit taking ada yang spekulatif, jadi itu yang membuat indeks kita bergerak sangat fluktuatif dalam beberapa hari terakhir,” ujar Rio.
Tambah Rio, saat ini para pelaku pasar sebaiknya menghindari saham-saham big cap. Dia menilai bahwa saham-saham BUMN memiliki peluang di market. Misalnya saham konstruksi dan logam.
“MA 200 IHSG itu sekarang di level 6.059 anggaplah 6.060. Kalau dalam beberapa hari ke depan mampu bertahan di atas level 6.060, maka ada tedensi penguatan IHSG. Tapi kalau ternyata di bawah level 6.060, maka dikhawatirkan ada tren turun pada IHSG untuk jangka pendek,” jelas dia.
Lanjutnya, kondisi tersebut tidak didorong oleh sentimen-sentimen yang ada. Akan tetapi, adanya ketidakpastian pasar yang telah memengaruhi pergerakan IHSG.
“Sebenarnya lebih ketidakpastian pasar, tidak ada sentimen di pasar. Ada yang profit taking ada yang spekulatif, jadi itu yang membuat indeks kita bergerak sangat fluktuatif dalam beberapa hari terakhir,” ujar Rio.
Tambah Rio, saat ini para pelaku pasar sebaiknya menghindari saham-saham big cap. Dia menilai bahwa saham-saham BUMN memiliki peluang di market. Misalnya saham konstruksi dan logam.
Lihat Juga :