Cegah Karhutla, BRGM Revitalisasi Sumber Mata Pencaharian Masyarakat
Jum'at, 10 September 2021 - 20:55 WIB
“Prosesnya sendiri yaitu tim pokmas yang awalnya terdiri dari 21 orang dibagi dalam 3 kelompok, di mana masing-masing kelompok membangun satu sekat kanal, sehingga tahap pertama pun kini hampir rampung,” kata Siabang dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (10/9/2021).
Sementara itu, Kepala Desa Siju, Marwah menyambut positif program Restorasi Gambut yang dilakukan oleh BRGM dengan membangun sekat kanal di desanya. Namun dirinya tak menampik jika ada warga yang terdampak akibat sekat kanal, karena dari 2.200 penduduk Desa Siju, 50% di antaranya menggantung hidup dengan mencari ikan.
“Mata pencaharian warga, salah satunya mencari ikan, namun karena ada sekat kanal, perahu masyarakat agak kesulitan melewatinya. Mereka pun berharap ada bantuan ternak, agar warga yang menggantungkan hidupnya dengan mencari ikan bisa beralih ke peternakan,” ungkap Marwah.
Lebih lanjut Marwah menjelaskan, BRGM sendiri berencana akan melakukan Revitalisasi Sumber Mata Pencaharian Masyarakat (rewetting, revegetation, dan revitalization/R3) kepada warga yang terdampak.
“Warga desa berharap kalau bisa bantuan R3 dari BRGM ini lebih ke pelatihan peternakan sapi, karena sapi di Kecamatan Rambutan lebih menjanjikan dan berkembang cepat,” ujarnya.
Menurut Marwah, jika bantuan ternak bisa segera direalisasikan, maka kebakaran hutan dan lahan di Desa Siju tidak akan terjadi. Pasalnya, sejak ada larangan membakar lahan untuk bertani, kebakaran 65% sudah berkurang, apalagi ada program bantuan ternak sapi nantinya, “Mudah-mudahan tahun depan 100% kebakaran kita sudah tidak ada lagi, sehingga masyarakat pun bisa sejahtera,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Siju, Marwah menyambut positif program Restorasi Gambut yang dilakukan oleh BRGM dengan membangun sekat kanal di desanya. Namun dirinya tak menampik jika ada warga yang terdampak akibat sekat kanal, karena dari 2.200 penduduk Desa Siju, 50% di antaranya menggantung hidup dengan mencari ikan.
“Mata pencaharian warga, salah satunya mencari ikan, namun karena ada sekat kanal, perahu masyarakat agak kesulitan melewatinya. Mereka pun berharap ada bantuan ternak, agar warga yang menggantungkan hidupnya dengan mencari ikan bisa beralih ke peternakan,” ungkap Marwah.
Lebih lanjut Marwah menjelaskan, BRGM sendiri berencana akan melakukan Revitalisasi Sumber Mata Pencaharian Masyarakat (rewetting, revegetation, dan revitalization/R3) kepada warga yang terdampak.
“Warga desa berharap kalau bisa bantuan R3 dari BRGM ini lebih ke pelatihan peternakan sapi, karena sapi di Kecamatan Rambutan lebih menjanjikan dan berkembang cepat,” ujarnya.
Menurut Marwah, jika bantuan ternak bisa segera direalisasikan, maka kebakaran hutan dan lahan di Desa Siju tidak akan terjadi. Pasalnya, sejak ada larangan membakar lahan untuk bertani, kebakaran 65% sudah berkurang, apalagi ada program bantuan ternak sapi nantinya, “Mudah-mudahan tahun depan 100% kebakaran kita sudah tidak ada lagi, sehingga masyarakat pun bisa sejahtera,” pungkasnya.
Lihat Juga :