Kilang Pertamina Internasional Kukuhkan Posisi dalam Transformasi Bisnis Kilang dan Petrokimia
Minggu, 12 September 2021 - 13:33 WIB
Djoko Priyono menegaskan kembali bahwa legal end-state yang menandai restrukturisasi bisnis membuka banyak peluang dan manfaat bagi PT KPI. Manfaat pertama adalah bertambahnya kelincahan operasional di lingkungan PT KPI dan tercermin dalam capaian kinerja positif per-Juli 2021. "Hingga Juli 2021, PT KPI telah berhasil mencapai kinerja operasional yang melewati target RKAP, termasuk produksi produk BBM dan Petrokimia bernilai tinggi, optimasi kilang, serta efisiensi biaya kilang", ujar Djoko Priyono.
Selain itu, restrukturisasi bisnis Pertamina juga memiliki dampak positif dalam pemberian kewenangan PT KPI dalam pengelolaan aspek perencanaan kilang, optimasi kilang, dan pemasaran produk. "Contohnya, kini PT KPI memiliki otorisasi dalam pemilihan Crude dengan nilai keekonomian tinggi dengan tetap menunjang efisiensi usaha," ujar Djoko.
Manfaat lain dari restrukturisasi adalah sinergi yang terbentuk antara PT KPI selaku induk Subholding Refining & Petrochemical dengan Subholding lain di lingkungan Pertamina. "Pada aspek pemasaran produk, kami miliki prioritas sinergi lewat penjualan produk bernilai tinggi ke Subholding-Subholding terkait," ujar Djoko.
Performa PT KPI dalam menjalani transisi sudah dipersiapkan sebaik-baiknya sejak tahun 2020 melalui inisiatif strategis yang menyasar lima fokus utama. Inisiatif strategis tersebut antara lain optimasi Crude dan produk bernilai tinggi termasuk Pertalite, Dexlite dan MFO Low Sulfure.
Pada aspek efisiensi energi, PT KPI tengah merintis program PLN-isasi kilang, penggunaan gas eksternal dan energi alternatif pada unit-unit kilang yang dikelola. Pada aspek manajemen inventory, PT KPI memiliki fokus menjaga stok minimal minyak mentah di masing-masing unit kilang. Selain itu, untuk meningkatkan keandalan kilang, PT KPI telah merintis teknologi digitalisasi kilang termasuk dalam pengembangan sistem predictive maintenance.
Selain itu, restrukturisasi bisnis Pertamina juga memiliki dampak positif dalam pemberian kewenangan PT KPI dalam pengelolaan aspek perencanaan kilang, optimasi kilang, dan pemasaran produk. "Contohnya, kini PT KPI memiliki otorisasi dalam pemilihan Crude dengan nilai keekonomian tinggi dengan tetap menunjang efisiensi usaha," ujar Djoko.
Manfaat lain dari restrukturisasi adalah sinergi yang terbentuk antara PT KPI selaku induk Subholding Refining & Petrochemical dengan Subholding lain di lingkungan Pertamina. "Pada aspek pemasaran produk, kami miliki prioritas sinergi lewat penjualan produk bernilai tinggi ke Subholding-Subholding terkait," ujar Djoko.
Performa PT KPI dalam menjalani transisi sudah dipersiapkan sebaik-baiknya sejak tahun 2020 melalui inisiatif strategis yang menyasar lima fokus utama. Inisiatif strategis tersebut antara lain optimasi Crude dan produk bernilai tinggi termasuk Pertalite, Dexlite dan MFO Low Sulfure.
Pada aspek efisiensi energi, PT KPI tengah merintis program PLN-isasi kilang, penggunaan gas eksternal dan energi alternatif pada unit-unit kilang yang dikelola. Pada aspek manajemen inventory, PT KPI memiliki fokus menjaga stok minimal minyak mentah di masing-masing unit kilang. Selain itu, untuk meningkatkan keandalan kilang, PT KPI telah merintis teknologi digitalisasi kilang termasuk dalam pengembangan sistem predictive maintenance.
Lihat Juga :