Jejak Sejarah Gedung Sarinah hingga Menuju Transformasi
Senin, 13 September 2021 - 12:56 WIB
Bukan saja dalam aspek fisik, tapi juga langkah bisnis, sumber daya, serta perluasan jaringan UMKM yang dikemas dengan bentuk modernitas. Kendati demikian, proses transformasi ini tidak akan menghilangkan citra khas yang dibangun dari ide Presiden Soekarno.
Sebaliknya, pusat perbelanjaan yang dibangun pada 1966 itu akan menjadi tempat promosi bagi keunggulan UMKM dan produk nasional.
Jika Samaritaine, department store di Paris, memiliki slogan “one finds everything at the Samaritaine”, beda halnya dengan Sarinah. Karena di Sarinah pengunjung tidak bisa menemukan segalanya.
Hal itu lantaran produk yang tersedia di dalam ruang-ruang kaca hanya akan menampilkan produk UMKM eksklusif yang telah dikurasi agar dapat menjadi pemain dunia.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari media sosial Twitter Sarinah @OfficialSarinah, saat ini pihak Manajemen tengah melakukan proses renovasi yang diproyeksikan akan rampung dan dapat dikunjungi pada Kuartal I 2022.
“Sudah rampung 79 persen. Kami merestorasi relief dan membuat ulang kolam pantul. Reformasi kami lakukan untuk meningkatkan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga ekosistem lingkungan hidup,” cuit akun tersebut.
Dengan demikian, warga DKI Jakarta akan bersiap menyambut wajah baru dari “Panggung Karya Indonesia”. Pihak manajemen pun berkomitmen untuk tetap menjadi rumah bagi produk-produk ikonis anak negeri.
Sebaliknya, pusat perbelanjaan yang dibangun pada 1966 itu akan menjadi tempat promosi bagi keunggulan UMKM dan produk nasional.
Jika Samaritaine, department store di Paris, memiliki slogan “one finds everything at the Samaritaine”, beda halnya dengan Sarinah. Karena di Sarinah pengunjung tidak bisa menemukan segalanya.
Hal itu lantaran produk yang tersedia di dalam ruang-ruang kaca hanya akan menampilkan produk UMKM eksklusif yang telah dikurasi agar dapat menjadi pemain dunia.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari media sosial Twitter Sarinah @OfficialSarinah, saat ini pihak Manajemen tengah melakukan proses renovasi yang diproyeksikan akan rampung dan dapat dikunjungi pada Kuartal I 2022.
“Sudah rampung 79 persen. Kami merestorasi relief dan membuat ulang kolam pantul. Reformasi kami lakukan untuk meningkatkan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga ekosistem lingkungan hidup,” cuit akun tersebut.
Dengan demikian, warga DKI Jakarta akan bersiap menyambut wajah baru dari “Panggung Karya Indonesia”. Pihak manajemen pun berkomitmen untuk tetap menjadi rumah bagi produk-produk ikonis anak negeri.
(akr)
Lihat Juga :