Bantu Jaga APBN dan Rupiah, BI Sudah Beli SBN Rp137,49 Triliun
Selasa, 14 September 2021 - 18:22 WIB
Rinciannya, pembelian SBN Rp79,66 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Rp41,18 triliun. "BI juga membeli SBN di pasar sekunder Rp8,6 triliun dalam rangka stabilitas nilai tukar rupiah," ucapnya.
Destry menambahkan, bank sentral akan memperkuat dan mempererat koordinasi dan sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk mempercepat stimulus fiskal dan mendorong permintaan di sektor riil.
Selain membeli SBN di pasar perdana, BI juga telah menambah likuiditas atau quantitative easing (QE) di perbankan sebesar Rp118,4 triliun hingga 31 Agustus 2021. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi likuiditas tetap longgar karena didorong oleh kebijakan moneter yang akomodatif.
“Sehingga, injeksi likuiditas oleh BI sejak 2020 hingga 31 Agustus mencapai Rp844,92 triliun atau setara 5,3% PDB. Injeksi likuiditas ke perbankan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional,” tandas Destry.
Baca Juga: Ekonomi RI Lebih Baik dari Negara ASEAN, Menkeu: Berkat Rancangan APBN yang Responsif
Destry menambahkan, bank sentral akan memperkuat dan mempererat koordinasi dan sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk mempercepat stimulus fiskal dan mendorong permintaan di sektor riil.
Selain membeli SBN di pasar perdana, BI juga telah menambah likuiditas atau quantitative easing (QE) di perbankan sebesar Rp118,4 triliun hingga 31 Agustus 2021. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi likuiditas tetap longgar karena didorong oleh kebijakan moneter yang akomodatif.
“Sehingga, injeksi likuiditas oleh BI sejak 2020 hingga 31 Agustus mencapai Rp844,92 triliun atau setara 5,3% PDB. Injeksi likuiditas ke perbankan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional,” tandas Destry.
Baca Juga: Ekonomi RI Lebih Baik dari Negara ASEAN, Menkeu: Berkat Rancangan APBN yang Responsif
Lihat Juga :