30% Bansos Belum Tersalurkan, BPKP Ungkap Penyebabnya

Rabu, 15 September 2021 - 14:27 WIB
"Itu akan selalu ada, dan akan selalu kita perbaiki. Masalah data ini akan selalu kita perbaiki karena akan berubah. Karena itu biasa saja itu yang 20 persen, 30 persen yang belum tersalurkan. Yang kita perbaiki itu lebih dari sekitar 50 persen," ujar Ateh saat ditemui di kawasan BPKP, Rabu (15/9/2021).

Baru-baru ini, kata dia, Kemensos mengantongi 5,9 juta data baru penerima bansos setelah dilakukan perbaikan. Ateh mengaku, sejak Covid-19 melanda telah berdampak pada pendapatan masyarakat, terjadi penyesuaian data bansos.

"Kalau data bansos memang data yang 2012, kita cleansing itu, kita perbaiki terus seiring dengan Covid-19 ini tambah terus, data baru pasti ada. Istilahnya yang tadi gak masuk dalam PKM, kini muncul baru, misalnya pedagang warung, pedagang kaki lima, inikan terus berubah. Setiap hari data-data itu terus berubah," ungkapnya.

Baca Juga: Kinerja Cepat Mensos Distribusi Bansos Dinilai Sangat Membantu Masyarakat

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti masalah akurasi data yang dimiliki pemerintah. Menurutnya hal ini masih menjadi persoalan hingga hari ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!