Petani Diminta Tingkatkan Nilai Tambah melalui Hilirisasi Pertanian
Kamis, 16 September 2021 - 16:03 WIB
“Petani tidak boleh hanya mengetahui cara tanam, panen, jual. Petani harus tahu lebih dari itu. Petani harus mengerti pertanian dari hulu sampai hilir,” kata Dedi Nursyamsi.
Menurutnya, petani di Tabanan telah diarahkan untuk meningkatkan hilirisasi pertanian. Bahkan Bupati Tabanan sudah mengarahkan hilirisasi pertanian untuk meningkatkan nilai tambah. “Tentunya ini kabar baik,” kata Dedi.
(Baca juga:Kementan Kirim 200 Sapi Perah Asal Australia ke Gowa pada November 2021)
Dedi Nursyamsi menambahkan, 70% sampai 80% masyarakat Tabanan hidup dari sektor pertanian, sehingga produktivitas harus ditingkatkan terutama padi, sayuran, kakao, manggis, salak dan lainnya.
“Produk pertanian Tabanan memang sudah tinggi hasilnya, karena tanah subur dan teknologi sudah maju namun tetap harus ditingkatkan. Selain memasok pasar Bali juga dikirim ke Jawa, Sulawesi bahkan ekspor ke mancanegara,” kata Dedi.
Kendati begitu, dia berharap petani tidak menjual produk bahan mentah saja, karena harga jual beli lebih rendah dari produk olahan hasil pertanian. Akibatnya, keuntungan yang didapat petani pun rendah.
Menurutnya, petani di Tabanan telah diarahkan untuk meningkatkan hilirisasi pertanian. Bahkan Bupati Tabanan sudah mengarahkan hilirisasi pertanian untuk meningkatkan nilai tambah. “Tentunya ini kabar baik,” kata Dedi.
(Baca juga:Kementan Kirim 200 Sapi Perah Asal Australia ke Gowa pada November 2021)
Dedi Nursyamsi menambahkan, 70% sampai 80% masyarakat Tabanan hidup dari sektor pertanian, sehingga produktivitas harus ditingkatkan terutama padi, sayuran, kakao, manggis, salak dan lainnya.
“Produk pertanian Tabanan memang sudah tinggi hasilnya, karena tanah subur dan teknologi sudah maju namun tetap harus ditingkatkan. Selain memasok pasar Bali juga dikirim ke Jawa, Sulawesi bahkan ekspor ke mancanegara,” kata Dedi.
Kendati begitu, dia berharap petani tidak menjual produk bahan mentah saja, karena harga jual beli lebih rendah dari produk olahan hasil pertanian. Akibatnya, keuntungan yang didapat petani pun rendah.
Lihat Juga :