Budidaya Tambak Udang Cilacap Jadi Pilot Project Ekonomi Kerakyatan
Minggu, 19 September 2021 - 06:22 WIB
Kabupaten Cilacap, sebutnya, memiliki potensi luar biasa untuk sektor perikanan budidaya, khususnya udang vaname. Namun untuk membangun potensi tersebut membutuhkan kontribusi seluruh stakeholder.
“Ditengah pandemi Covid-19 dibutuhkan skema kebersamaan pembangunan. Di Cilacap, sektor perikanan budidaya udang vaname memiliki potensi yang luar biasa,” ujar Lukman yang didampingi Asisten Stafsus Wapres Guntur Subagia Mahardika dan Dhika Yudhistira.
Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman menjelaskan, Kabupaten Cilacap memiliki berbagai potensi sumber daya alam yang dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat. Demikian juga dengan udang vaname.
Sebagai wilayah pesisir dengan garis pantai lebih dari 170 km, udang vaname berpotensi menjadi salah satu penunjang pengembangan ekonomi kerakyatan.
“Kabupaten Cilacap memiliki empat potensi industri besar, salah satunya pangan pertanian dan perikanan udang vaname. Kami optimis udang vaname bisa berkembang guna menghadirkan kemandirian ekonomi,” tegas Wabup.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Cilacap, Edward Manaor Siahaan menyebutkan dukungan ini dalam bentuk bantuan pembuatan tambak udang vaname seluas 1 hektar yang mampu menyerap setidaknya 40 orang petambak. “Bantuan dalam bentuk swakelola, disalurkan sejak Juni 2021 sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Diharapkan bisa dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Pertamina berkomitmen menjalankan fungsinya melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) di seluruh wilayah operasi di Indonesia.
Pengurus Arus Baru Indonesia (ARBI) Guntur Subagja Mahardika mengajak Pertamina dan Perhutani untuk mengoptimalkan lahan-lahan tidak produktif untuk pengembangan ekonomi rakyat, sehingga masyarakat produktif dan bangkit di tengah pandemi Covid-19. “Tambak vaname ini tahap awal sebagai piloting project dari rencana sebelumnya 10 hektar dan bisa diperluas dengan mengoptimalkan lahan-lahan tidak produktif,” ungkap Guntur.
“Ditengah pandemi Covid-19 dibutuhkan skema kebersamaan pembangunan. Di Cilacap, sektor perikanan budidaya udang vaname memiliki potensi yang luar biasa,” ujar Lukman yang didampingi Asisten Stafsus Wapres Guntur Subagia Mahardika dan Dhika Yudhistira.
Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman menjelaskan, Kabupaten Cilacap memiliki berbagai potensi sumber daya alam yang dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat. Demikian juga dengan udang vaname.
Sebagai wilayah pesisir dengan garis pantai lebih dari 170 km, udang vaname berpotensi menjadi salah satu penunjang pengembangan ekonomi kerakyatan.
“Kabupaten Cilacap memiliki empat potensi industri besar, salah satunya pangan pertanian dan perikanan udang vaname. Kami optimis udang vaname bisa berkembang guna menghadirkan kemandirian ekonomi,” tegas Wabup.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Cilacap, Edward Manaor Siahaan menyebutkan dukungan ini dalam bentuk bantuan pembuatan tambak udang vaname seluas 1 hektar yang mampu menyerap setidaknya 40 orang petambak. “Bantuan dalam bentuk swakelola, disalurkan sejak Juni 2021 sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Diharapkan bisa dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Pertamina berkomitmen menjalankan fungsinya melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) di seluruh wilayah operasi di Indonesia.
Pengurus Arus Baru Indonesia (ARBI) Guntur Subagja Mahardika mengajak Pertamina dan Perhutani untuk mengoptimalkan lahan-lahan tidak produktif untuk pengembangan ekonomi rakyat, sehingga masyarakat produktif dan bangkit di tengah pandemi Covid-19. “Tambak vaname ini tahap awal sebagai piloting project dari rencana sebelumnya 10 hektar dan bisa diperluas dengan mengoptimalkan lahan-lahan tidak produktif,” ungkap Guntur.
Lihat Juga :