Siasat Merek Menghadapi 3 Disrupsi di Saat Pandemi
Jum'at, 17 September 2021 - 09:18 WIB
Seiring dengan konsumen yang makin banyak menghabiskan waktu secara virtual, kata Janoe, standar, nilai, dan interaksi mereka juga berubah terhadap merek. Di antaranya mereka makin pilih-pilih, berpikir fungsional terhadap suatu barang, makin lokal, serta perhatian pada alam dan kesehatan.
"ini yang memaksa harus meng-adjust banyak hal. Perubahan ini menuntut kejelian kami," jelas Janoe.
Dia menilai pentingnya membangun riset dengan kualitas, kategori, dan fisik yang berbeda dari sebelumnya agar bisa mengikuti perubahan perilaku konsumen, termasuk meredefinisi seluruh data konsumen dan membuat konteks yang lebih baru.
Sementara itu Simon Jonatan,Presdir Bintang Toedjoe, mengingatkan meski situasi bisnis sedang sulit saat pandemi, investasi kampanye pada merek tetap diharus dilakukan agar tetap eksis dan tumbuh. Bagaimana pun sikap optimisme tetap dijaga.
"Pada waktu sulit seperti ini kami tetap yakin bahwa masih ada opportunity. Jadi kami kampanye tiga hal (mengenai) ExtraJoss adalah healthy food mengandung royal Jelly, ginseng, dan vitamin B. Kami terus beriklan, padahal omzetnya turun," katanya.
Kemal E. Ghani, praktisi media dari Grup SWA, mengemukakan bahwa sejak pandemi, para pelaku bisnis menghadapi sejumlah disrupsi yang mengubah bisnis secara signifikan dan mengubah perilaku konsumen sehingga menjadi tantangan bagi pengelola merek dalam melakukan komunikasi agar konsumen terkait dengan merek mereka.
"ini yang memaksa harus meng-adjust banyak hal. Perubahan ini menuntut kejelian kami," jelas Janoe.
Dia menilai pentingnya membangun riset dengan kualitas, kategori, dan fisik yang berbeda dari sebelumnya agar bisa mengikuti perubahan perilaku konsumen, termasuk meredefinisi seluruh data konsumen dan membuat konteks yang lebih baru.
Sementara itu Simon Jonatan,Presdir Bintang Toedjoe, mengingatkan meski situasi bisnis sedang sulit saat pandemi, investasi kampanye pada merek tetap diharus dilakukan agar tetap eksis dan tumbuh. Bagaimana pun sikap optimisme tetap dijaga.
"Pada waktu sulit seperti ini kami tetap yakin bahwa masih ada opportunity. Jadi kami kampanye tiga hal (mengenai) ExtraJoss adalah healthy food mengandung royal Jelly, ginseng, dan vitamin B. Kami terus beriklan, padahal omzetnya turun," katanya.
Kemal E. Ghani, praktisi media dari Grup SWA, mengemukakan bahwa sejak pandemi, para pelaku bisnis menghadapi sejumlah disrupsi yang mengubah bisnis secara signifikan dan mengubah perilaku konsumen sehingga menjadi tantangan bagi pengelola merek dalam melakukan komunikasi agar konsumen terkait dengan merek mereka.
Lihat Juga :