Syarat Masuk Mal Kian Longgar, Bagaimana Prospek Emiten Ritel?
Selasa, 21 September 2021 - 13:55 WIB
Sepanjang sesi pertama, CTRA diborong investor asing sebanyak Rp9,70 miliar. William merekomendasikan investor untuk membeli emiten ini yang secara teknikal sudah memberikan sinyal bullish. "CTRA direkomendasikan buy dengan support/resistance 885/970," kata William saat dihubungi MNC Portal, Selasa (21/9/2021).
2. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
Sesi pertama PWON ditutup menguat (0,42%) di level 474. Performa sebulan positif (5,33%), sedangkan sepekan masih terpuruk (-0,84%). Asing masuk PWON sebesar Rp481,61 juta, tetapi dana jual beli saham masih didominasi oleh investor domestik.
Selama semester I/2021, perseroan yang mengelola sejumlah mal di kota-kota besar ini membukukan pendapatan Rp2,45 triliun, meningkat 24,59%, dengan laba bersih (atribusi ke induk) pada periode berjalan mencapai Rp464,63 miliar, turun 3,71 persen dari periode tahun sebelumnya. William merekomendasikan investor untuk membeli PWON karena telah menunjukkan sinyal penguatan. Target support/resisten yaitu 466/500.
Baca juga: Pembukaan IHSG: Terjun Bebas 1,22% ke Level 6.002
3. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
Selama sesi pertama, SMRA ditutup stagnan seperti penutupan sebelumnya di level 820 dan bergerak di area 800-830. Performa sepekan menunjukkan SMRA masih berdarah (-5,20%), meski sebulan mendapat catatan positif (3,14%) dan year to date (3,24%). Asing terpantau masuk sebesar Rp4,22 miliar.
Menurut laporan keuangan selama semester I/2021, SMRA memperoleh pendapatan sebanyak Rp2,45 triliun, naik 12,68% dari periode tahun sebelumnya. Sementara laba tahun berjalan untuk atribusi entitas induk mencpai Rp108,54 miliar, melesat 964,11 persen dari sebelumnya.
2. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
Sesi pertama PWON ditutup menguat (0,42%) di level 474. Performa sebulan positif (5,33%), sedangkan sepekan masih terpuruk (-0,84%). Asing masuk PWON sebesar Rp481,61 juta, tetapi dana jual beli saham masih didominasi oleh investor domestik.
Selama semester I/2021, perseroan yang mengelola sejumlah mal di kota-kota besar ini membukukan pendapatan Rp2,45 triliun, meningkat 24,59%, dengan laba bersih (atribusi ke induk) pada periode berjalan mencapai Rp464,63 miliar, turun 3,71 persen dari periode tahun sebelumnya. William merekomendasikan investor untuk membeli PWON karena telah menunjukkan sinyal penguatan. Target support/resisten yaitu 466/500.
Baca juga: Pembukaan IHSG: Terjun Bebas 1,22% ke Level 6.002
3. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
Selama sesi pertama, SMRA ditutup stagnan seperti penutupan sebelumnya di level 820 dan bergerak di area 800-830. Performa sepekan menunjukkan SMRA masih berdarah (-5,20%), meski sebulan mendapat catatan positif (3,14%) dan year to date (3,24%). Asing terpantau masuk sebesar Rp4,22 miliar.
Menurut laporan keuangan selama semester I/2021, SMRA memperoleh pendapatan sebanyak Rp2,45 triliun, naik 12,68% dari periode tahun sebelumnya. Sementara laba tahun berjalan untuk atribusi entitas induk mencpai Rp108,54 miliar, melesat 964,11 persen dari sebelumnya.
Lihat Juga :