Erick Thohir Sebut Restrukturisasi Utang BUMN Bukan Sekadar Memanjangkan Cicilan
Selasa, 21 September 2021 - 19:47 WIB
Dua contoh perseroan negara, kata dia, yang berhasil direstrukturisasi utangnya adalah Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III (Persero) dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KRAS.
Kementerian BUMN sebagai pemegang saham memang sudah memfasilitasi restrukturisasi utang PTPN III senilai Rp41 triliun dengan 50 kreditur baik dalam maupun luar negeri. Skema yang dilalui berupa kesepakatan intercreditor atau intercreditor agreement (ICA) dengan seluruh anggota kreditur sindikasi USD serta SMBC Singapore sebagai agen.
Utang jumbo Rp41 triliun itu diketahui berasal dari perbankan dan sindikasi pinjaman lain senilai USD390 juta yang berasal dari kreditur luar negeri sebanyak 18 bank, dengan rincian tiga bank onshore dan 15 bank offshore.
Seperti janji pemegang saham, hasil dari upaya perbaikan perkreditan itu akhirnya membuahkan hasil. Tercatat, hingga Agustus 2021 PTPN III mencatatkan untung sebesar Rp2,3 triliun dengan tingkat penjualan meningkat 37%. Padahal, tahun ini diproyeksikan perseroan mengalami rugi sebesar Rp1,4 triliun.
"Alhamdulillah, PTPN penjualannya meningkat 37%, yang tadinya tahun ini target rugi Rp1,4 triliun, Agustus kemarin, saya cek dan saya pastikan untungnya sudah Rp2,3 triliun," tuturnya.
Sikap percaya diri Erick Thohir juga dibarengi oleh refocusing anggaran PTPN III untuk beberapa program yang dinilai unggul, misalnya, budidaya kelapa sawit hingga meningkatkan produksi gula konsumsi.
Kementerian BUMN sebagai pemegang saham memang sudah memfasilitasi restrukturisasi utang PTPN III senilai Rp41 triliun dengan 50 kreditur baik dalam maupun luar negeri. Skema yang dilalui berupa kesepakatan intercreditor atau intercreditor agreement (ICA) dengan seluruh anggota kreditur sindikasi USD serta SMBC Singapore sebagai agen.
Utang jumbo Rp41 triliun itu diketahui berasal dari perbankan dan sindikasi pinjaman lain senilai USD390 juta yang berasal dari kreditur luar negeri sebanyak 18 bank, dengan rincian tiga bank onshore dan 15 bank offshore.
Seperti janji pemegang saham, hasil dari upaya perbaikan perkreditan itu akhirnya membuahkan hasil. Tercatat, hingga Agustus 2021 PTPN III mencatatkan untung sebesar Rp2,3 triliun dengan tingkat penjualan meningkat 37%. Padahal, tahun ini diproyeksikan perseroan mengalami rugi sebesar Rp1,4 triliun.
"Alhamdulillah, PTPN penjualannya meningkat 37%, yang tadinya tahun ini target rugi Rp1,4 triliun, Agustus kemarin, saya cek dan saya pastikan untungnya sudah Rp2,3 triliun," tuturnya.
Sikap percaya diri Erick Thohir juga dibarengi oleh refocusing anggaran PTPN III untuk beberapa program yang dinilai unggul, misalnya, budidaya kelapa sawit hingga meningkatkan produksi gula konsumsi.
Lihat Juga :