Peringatan Hari Susu, Momentum Tingkatkan Konsumsi Susu Masyarakat Indonesia
Senin, 01 Juni 2020 - 13:40 WIB
Selain itu, Kementan juga berupaya untuk mengembangkan ternak perah lain seperti kambing perah dan kerbau perah serta mendorong pihak swasta untuk melakukan diversifikasi genetik sapi perah melalui pengembangan sapi perah non Frisian Holstein/FH (sapi perah jersey). Pengembangan sapi perah non FH saat ini masih bersifat closed breeding untuk mengetahui kemampuan adaptasi dan produksi ternak di Indonesia.
"Dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas susu peternak, pemerintah terus berupaya meningkatkan kapasitas SDM peternak melalui bimbingan teknis dan pelatihan, serta melakukan pendampingan kepada peternak seperti untuk penerapan Good Farming Practices (GFP),"ucapnya.
Kementan juga berupaya meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk peternak melalui diversifikasi produk, fasilitasi sarana prasarana pengolahan susu, pengurusan ijin edar produk susu serta fasilitasi/pendampingan sertifikasi organik untuk kelompok peternak, serta fasilitasi pemasaran melalui akses market online bekerjasama dengan marketplace.
"Untuk peningkatan konsumsi susu, pemerintah terus berupaya mendorong meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi susu melalui sosialisasi dan promosi, baik melalui media sosial maupun sarana promosi,"ucap Ketut.
Dalam mendorong pengembangan usaha peternak/pelaku usaha melalui pengurangan pajak penghasilan atau tax allowance, akses pembiayaan/kredit (Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dan Badan Usaha Milik Negara/BUMN), asuransi peternak (misal: Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau/AUTS) serta mendorong kemitraan dengan industri.
Berbagai kebijakan dan program yang telah lakukan tentu saja tidak akan berhasil tanpa dukungan dari semua stake holder dan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, melalui momentum Peringatan Hari Susu Nusantara ini kami berharap peran serta semua stakeholder.
"Baik Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, akademisi, industri, koperasi dan seluruh peternak sapi perah di Indonesia untuk terus bersama-sama bergandengan tangan menuju agroindustri persusuan yang tangguh dan mandiri untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia seutuhnya, ” tutup Ketut.
"Dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas susu peternak, pemerintah terus berupaya meningkatkan kapasitas SDM peternak melalui bimbingan teknis dan pelatihan, serta melakukan pendampingan kepada peternak seperti untuk penerapan Good Farming Practices (GFP),"ucapnya.
Kementan juga berupaya meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk peternak melalui diversifikasi produk, fasilitasi sarana prasarana pengolahan susu, pengurusan ijin edar produk susu serta fasilitasi/pendampingan sertifikasi organik untuk kelompok peternak, serta fasilitasi pemasaran melalui akses market online bekerjasama dengan marketplace.
"Untuk peningkatan konsumsi susu, pemerintah terus berupaya mendorong meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi susu melalui sosialisasi dan promosi, baik melalui media sosial maupun sarana promosi,"ucap Ketut.
Dalam mendorong pengembangan usaha peternak/pelaku usaha melalui pengurangan pajak penghasilan atau tax allowance, akses pembiayaan/kredit (Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dan Badan Usaha Milik Negara/BUMN), asuransi peternak (misal: Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau/AUTS) serta mendorong kemitraan dengan industri.
Berbagai kebijakan dan program yang telah lakukan tentu saja tidak akan berhasil tanpa dukungan dari semua stake holder dan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, melalui momentum Peringatan Hari Susu Nusantara ini kami berharap peran serta semua stakeholder.
"Baik Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, akademisi, industri, koperasi dan seluruh peternak sapi perah di Indonesia untuk terus bersama-sama bergandengan tangan menuju agroindustri persusuan yang tangguh dan mandiri untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia seutuhnya, ” tutup Ketut.
(atk)
Lihat Juga :