Utang Krakatau Steel Tembus Rp31 Triliun, Erick Thohir: Ada Indikasi Korupsi
Selasa, 28 September 2021 - 12:08 WIB
Kementerian BUMN pun akan menelusuri dugaan tindak kejahatan tersebut. Menurut Erick, penegakan hukum atas proses bisnis yang salah harus diperbaiki.
"Dan kita akan kejar, siapa pun yang merugikan. Bukannya kita ingin menyalahkan, tetapi penegakan hukum kepada proses bisnis yang salah kita perbaiki," tuturnya.
Sebagai catatan, KRAS baru saja mencatatkan keuntungan sebesar Rp800 miliar pada kuartal II/2021. Sebelumnya, perseroan pelat merah ini mengalami kerugian selama 8 tahun terakhir. Pada 2019 lalu, tercatat Krakatau Steel mengalami kerugian USD503,65 juta atau setara Rp7,2 triliun.
Kemudian pada 2020, KRAS mencatat laba bersih USD23,67 juta atau sekitar Rp339 miliar. Jumlah itu meningkat pada kuartal II tahun ini menjadi sekitar Rp800 miliar.
Baca juga: Siap-siap! 19 BUMN Bakal IPO, Cek Daftar Rinciannya
"Dan kita akan kejar, siapa pun yang merugikan. Bukannya kita ingin menyalahkan, tetapi penegakan hukum kepada proses bisnis yang salah kita perbaiki," tuturnya.
Sebagai catatan, KRAS baru saja mencatatkan keuntungan sebesar Rp800 miliar pada kuartal II/2021. Sebelumnya, perseroan pelat merah ini mengalami kerugian selama 8 tahun terakhir. Pada 2019 lalu, tercatat Krakatau Steel mengalami kerugian USD503,65 juta atau setara Rp7,2 triliun.
Kemudian pada 2020, KRAS mencatat laba bersih USD23,67 juta atau sekitar Rp339 miliar. Jumlah itu meningkat pada kuartal II tahun ini menjadi sekitar Rp800 miliar.
Baca juga: Siap-siap! 19 BUMN Bakal IPO, Cek Daftar Rinciannya
Lihat Juga :