Lapor Pak Erick! Pertamina Siap Kejar Valuasi Rp1.400 Triliun di 2024

Rabu, 29 September 2021 - 12:58 WIB
Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina Mulyono menambahkan Direktorat L&I berperan penting dalam mencapai target pemerintah. Guna mendapatkan benefit dan cost yang optimal bagi Pertamina Group, maka diperlukan roadmap pengembangan infrastruktur logistik yang aligned secara end-to-end dari upstream, midstream, dan downstream.

"Hal ini juga harus match dengan kebutuhan demand untuk aktivitas suplai & distribusi serta evaluasi potensi sinergi infrastruktur logistik cross Subholding yang sejalan dengan kebijakan energy mix ke depannya," kata dia.

Pasca restrukturisasi, imbuh Mulyono, Direktorat L&I harus mampu menjalankan peran sebagai integrator operasional untuk memastikan seluruh lini bisnis terintegrasi dari hulu hingga hilir, sehingga operasional lebih efektif dan efisien.

Mulyono menambahkan, sebagai integrator operasional, seluruh penugasan dari pemerintah seperti pendistribusian bahan bakar Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), distribusi LPG 3 kg kepada masyarakat, penyaluran BBM 1 Harga, pembangunan infrastruktur BBM/LPG di Indonesia, harus dipastikan berjalan dengan baik. Untuk mendukung pelaksanaan penugasan Pemerintah, Pertamina terus melanjutkan pembangunan infrastruktur hilir dan pada Juli 2021 telah berhasil menambah kapasitas tangki BBM sebesar 251,2 ribu Kiloliter

Dengan tugas tersebut, tambah Mulyono, Direktorat L&I juga akan memastikan keandalan seluruh infrastruktur dan jaringan distribusi yang dimiliki Pertamina Group sehingga bisa berjalan sinergis sesuai dengan target perseroan. Operasional yang terintegrasi juga akan melahirkan efisiensi bagi perusahaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!