Faisal Basri Kritik Keras Proyek Kereta Cepat, Stafsus Erick Thohir Angkat Bicara
Kamis, 14 Oktober 2021 - 19:13 WIB
Berdasarkan laporan KAI pembengkakan KCJB mencapai USD3,8 miliar- USD4,9 miliar atau setara Rp54 triliun-Rp 69 triliun. "Tapi tunggu dulu itu belum muncul angka sebenarnya. Setelah diaudit oleh BPKP baru kita bisa tahu angka yang sebenarnya," ungkap dia.
Sebelumnya Faisal Basri mengatakan pendanaan sejulah sektor transportasi dinilai tak akan balik modal bahkan hingga kiamat. Bahkan, pengerjaan proyek strategi nasional (PSN) itu hanya membuang banyak anggaran negara saja.
Baca Juga: Luhut Optimistis LRT Jabodebek Tanpa Masinis Beroperasi Agustus 2022
"Dibangun proyek nggak karu-karuan, proyek kereta cepat lah yang tadinya bussiness to bussiness sebentar lagi mau disuntik pakai APBN. Kertajati lebih baik barangkali jadi gudang ternak saja, pelabuhan Kuala Tanjung dibangun dekat Belawan, LRT Palembang. Menurut saya kesimpulannya sudah salah di pucuk pimpinan," ungkal Faisal.
Sebelumnya Faisal Basri mengatakan pendanaan sejulah sektor transportasi dinilai tak akan balik modal bahkan hingga kiamat. Bahkan, pengerjaan proyek strategi nasional (PSN) itu hanya membuang banyak anggaran negara saja.
Baca Juga: Luhut Optimistis LRT Jabodebek Tanpa Masinis Beroperasi Agustus 2022
"Dibangun proyek nggak karu-karuan, proyek kereta cepat lah yang tadinya bussiness to bussiness sebentar lagi mau disuntik pakai APBN. Kertajati lebih baik barangkali jadi gudang ternak saja, pelabuhan Kuala Tanjung dibangun dekat Belawan, LRT Palembang. Menurut saya kesimpulannya sudah salah di pucuk pimpinan," ungkal Faisal.
(nng)
Lihat Juga :