Terungkap Hambatan di Sektor Pelabuhan Sebelum Merger Pelindo
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 13:48 WIB
Kata Akbar, itupun hasilnya masih belum maksimal dirasakan. Hal itu karena terdapat gap atau kesenjangan biaya logistik di Indonesia Timur.
Sehingga lanjut dia, dengan merger Pelindo I-IV, seharusnya akan memberikan suatu stimulus kepada pelaku ekonomi. Misalnya, memberikan subsidi kepada pelabuhan di Indonesia Timur dengan harga yang khusus, seperti biaya demurragenya, storagenya bisa diminimalisir.
"Kalau dulu masing-masing punya target-target RKAP, bilamana ini menjadi satu. Maka biaya yang disatukan dapat menekan biaya-biaya logistik sehingga kesenjangan di pelabuhan Indonesia Timur untuk komoditi-komoditi strategis bisa sejalan dengan pelayaran nasional kita," urainya.
Adapun ia menambahkan, dampaknya apabila biaya logistik tinggi, maka akan dibebankan kepada Harga Pokok Penjualan (HPP) produksi maupun komoditi di pasaran. "Jadi diujungnya itu berpotensi menaikkan inflasi. Maka PR-nya adalah bagaimana mewujudkan keseimbangan biaya-biaya logistik itu bisa bertahap menurun sampai 17 persen," terang Djohan.
Baca Juga: Sah! Jokowi Resmikan Penggabungan Pelindo I-IV
Sehingga lanjut dia, dengan merger Pelindo I-IV, seharusnya akan memberikan suatu stimulus kepada pelaku ekonomi. Misalnya, memberikan subsidi kepada pelabuhan di Indonesia Timur dengan harga yang khusus, seperti biaya demurragenya, storagenya bisa diminimalisir.
"Kalau dulu masing-masing punya target-target RKAP, bilamana ini menjadi satu. Maka biaya yang disatukan dapat menekan biaya-biaya logistik sehingga kesenjangan di pelabuhan Indonesia Timur untuk komoditi-komoditi strategis bisa sejalan dengan pelayaran nasional kita," urainya.
Adapun ia menambahkan, dampaknya apabila biaya logistik tinggi, maka akan dibebankan kepada Harga Pokok Penjualan (HPP) produksi maupun komoditi di pasaran. "Jadi diujungnya itu berpotensi menaikkan inflasi. Maka PR-nya adalah bagaimana mewujudkan keseimbangan biaya-biaya logistik itu bisa bertahap menurun sampai 17 persen," terang Djohan.
Baca Juga: Sah! Jokowi Resmikan Penggabungan Pelindo I-IV
Lihat Juga :