Kelangkaan Solar Subsidi, Pengamat: Tanda-tanda Ekonomi Tumbuh
Minggu, 17 Oktober 2021 - 11:30 WIB
"Pertamina pastinya akan menyesuaikan sisa kouta setiap provinsi agar tidak melebihi batas yang ditentukan. Pertamina tidak bisa serta merta menambah kuota tanpa ada persetujuan ataupun perintah dari Pemerintah dan juga BPH Migas," jelasnya.
Penambahan jumlah solar subsidi yang beredar tak bisa serta merta dilakukan karena terkait dengan penggantian dana subsidi. Karena itu, tegas Mamit, dalam persoalan kelangkaan BBM ini kritik seharusnya juga diarahkan kepada pemerintah yang kurang cepat mengambil tindakan dan keputusan terkait subsidi solar ini.
"Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan dan BPH Migas harus segera bertindak cepat dengan segera menyetujui atau meminta Pertamina menambah kouta solar subsidi dan kelebihan kouta tersebut akan dibayarkan dalam APBN 2022. Sehingga tidak timbul kepanikan di masyarakat karena kelangkaan ini," tandasnya.
Di luar itu, Mamit mengatakan bahwa kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) sepanjang 2021 juga bisa menjadi penyebab terganggunya ketersediaan stok BBM solar bersubsidi. Pasalnya, BBM solar bersubsidi merupakan bagian program solar B30, yang menggunakan bahah baku minyak sawit.
"Harga CPO yang melejit sampai 75% jika dibandingkan tahun 2020 lalu ikut mendorong kenaikan harga FAME sebagai bahan campuran B30 ini," tuturnya.
Karena itu, kata dia, pemerintah harus membuat regulasi harga atau kewajiban pasok ke dalam negeri (domestic market obligation/DMO) CPO untuk program biodiesel sehingga tidak menambah beban produksi bagi jika harga FAME sedang melejit.
Penambahan jumlah solar subsidi yang beredar tak bisa serta merta dilakukan karena terkait dengan penggantian dana subsidi. Karena itu, tegas Mamit, dalam persoalan kelangkaan BBM ini kritik seharusnya juga diarahkan kepada pemerintah yang kurang cepat mengambil tindakan dan keputusan terkait subsidi solar ini.
"Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan dan BPH Migas harus segera bertindak cepat dengan segera menyetujui atau meminta Pertamina menambah kouta solar subsidi dan kelebihan kouta tersebut akan dibayarkan dalam APBN 2022. Sehingga tidak timbul kepanikan di masyarakat karena kelangkaan ini," tandasnya.
Di luar itu, Mamit mengatakan bahwa kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) sepanjang 2021 juga bisa menjadi penyebab terganggunya ketersediaan stok BBM solar bersubsidi. Pasalnya, BBM solar bersubsidi merupakan bagian program solar B30, yang menggunakan bahah baku minyak sawit.
"Harga CPO yang melejit sampai 75% jika dibandingkan tahun 2020 lalu ikut mendorong kenaikan harga FAME sebagai bahan campuran B30 ini," tuturnya.
Karena itu, kata dia, pemerintah harus membuat regulasi harga atau kewajiban pasok ke dalam negeri (domestic market obligation/DMO) CPO untuk program biodiesel sehingga tidak menambah beban produksi bagi jika harga FAME sedang melejit.
Lihat Juga :