Belanja Membengkak, Pendapatan Negara Justru Diproyeksi Menyusut
Rabu, 03 Juni 2020 - 15:38 WIB
Saat belanja negara membengkak untuk pemulihan ekonomi nasional usai terdampak pandemi virus corona atau Covid-19, pendapatan negara justru diproyeksi bakal mengalami penyusutan. Foto/Dok
JAKARTA - Saat belanja negara membengkak untuk pemulihan ekonomi nasional usai terdampak pandemi virus corona atau Covid-19, pendapatan negara justru diproyeksi bakal mengalami penyusutan. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menerangkan, pendapatan negara diproyeksi turun ke angka Rp1.699,1 triliun dalam postur APBN 2020.
Dari angka tersebut, Menkeu menerangkan penerimaan perpajakan mengalami tekanan menjadi Rp1.404,5 triliun dari yang sebelumnya sebesar Rp1.462,62 triliun. “Pendapatan negara dikoreksi, tadinya Perpres menyebutkan Rp1.769 triliun akan mengalami penurunan ke Rp1.699,1 triliun,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam jumpa pers melalui video conference, Rabu (3/6/2020).
(Baca Juga: Disentil Jokowi, Sri Mulyani Bongkar Penyebab Defisit APBN Melebar Rp1.039,2 T )
Sementara itu anggaran belanja untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) akan meningkat dari RP641,17 triliun menjadiRp677,2 triliun. Kondisi ini akan membuat postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 mengalami perubahan.
Dari angka tersebut, Menkeu menerangkan penerimaan perpajakan mengalami tekanan menjadi Rp1.404,5 triliun dari yang sebelumnya sebesar Rp1.462,62 triliun. “Pendapatan negara dikoreksi, tadinya Perpres menyebutkan Rp1.769 triliun akan mengalami penurunan ke Rp1.699,1 triliun,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam jumpa pers melalui video conference, Rabu (3/6/2020).
(Baca Juga: Disentil Jokowi, Sri Mulyani Bongkar Penyebab Defisit APBN Melebar Rp1.039,2 T )
Sementara itu anggaran belanja untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) akan meningkat dari RP641,17 triliun menjadiRp677,2 triliun. Kondisi ini akan membuat postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 mengalami perubahan.
Lihat Juga :