Belanja Membengkak, Pendapatan Negara Justru Diproyeksi Menyusut
Rabu, 03 Juni 2020 - 15:38 WIB
Belanja negara untuk menampung berbagai program pemulihan dan penanganan COVID-19 akan meningkat dari semula dalam Perpres 54 sebesar Rp2.613,8 triliun, akan direvisi menjadi Rp2.738,4 atau terjadi kenaikan belanja Rp124,5 triliun. "Kenaikan itu mencakup berbagai belanja untuk mendukung pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19 termasuk daerah dan sektoral," paparnya.
Meski begitu, Ia menerangkan kenaikan defisit APBN 2020 akan dijaga oleh pemerintah secara hati-hati. Khususnya dari sisi pembiayaan yang mana akan mengambil dari pembiayaan yang memiliki risiko paling rendah.
"Kenaikan defisit ini akan kita jaga secara hati-hati. Seperti instruksi bapak Presiden dari sisi sustainabilitas dan pembiayaan. Kami akan menggunakan berbagai sumber pendanaan yang punya risiko paling kecil dan dengan biaya yang paling kompetitif atau paling rendah," pungkasnya.
Meski begitu, Ia menerangkan kenaikan defisit APBN 2020 akan dijaga oleh pemerintah secara hati-hati. Khususnya dari sisi pembiayaan yang mana akan mengambil dari pembiayaan yang memiliki risiko paling rendah.
"Kenaikan defisit ini akan kita jaga secara hati-hati. Seperti instruksi bapak Presiden dari sisi sustainabilitas dan pembiayaan. Kami akan menggunakan berbagai sumber pendanaan yang punya risiko paling kecil dan dengan biaya yang paling kompetitif atau paling rendah," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :