Menteri ESDM Sebut ASEAN Power Grid Dorong Capaian EBT 35% di 2025

Senin, 25 Oktober 2021 - 14:53 WIB
Menurut Arifin, teknologi dan informasi energi dinilai menjadi aspek penting dalam mendukung pemanfaatan energi di kawasan ASEAN. Maka itu negara-negara ASEAN dapat saling terhubung melalui ASEAN Power Grid untuk menciptakan kawasan ekonomi regional yang berdaya saing tinggi.

Hingga saat ini sudah ada beberapa proyek interkoneksi jaringan sebagai bagian dari mekanisme ekspor-impor listrik EBT di ASEAN, seperti antara pulau Malaysia-Singapura (Plentong - Woodlands); Thailand-Pulau Malaysia (Sadao-Chupping, Khiong Ngae-Gurun), Indonesia - Malaysia (Kalimantan Barat-Sarawak), dan Thailand-Laos.

"Saya yakin kerja sama di antara negara-negara anggota ASEAN akan meningkat dalam waktu dekat," ungkap Arifin.

Arifin melanjutkan, penerapan teknologi tepat guna diperlukan tidak hanya untuk menjaga dan meningkatkan keandalan dan efisiensi pasokan, tetapi juga untuk mengintegrasikan energi terbarukan dan mengantisipasi sifat intermiten energi terbarukan, seperti matahari dan angin.

"Selain smart grid, ada smart metter, dan battery energy storage system (BESS). Penerapan efisiensi energi ini punya pengaruh dalam efisiensi energi pembangkit," imbuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!