100 Pakar Global Minta WHO Tidak Anti-Vaping
Kamis, 28 Oktober 2021 - 18:44 WIB
Mendelsohn mengatakan WHO selalu berlebihan dan terus-menerus mendapat informasi yang salah tentang pengurangan dampak buruk tembakau. Lembaga tersebut tidak mengerti bahwa pengurangan dampak buruk dapat menggantikan kebiasaan merokok. Konsep ini akan sangat berpengaruh di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
"Kondisi ini akan menyebabkan lebih banyak kematian dan penderitaan akibat merokok, terutama di negara berpenghasilan rendah serta menengah di mana sebagian besar kematian akibat rokok sudah terjadi," ucapnya.
Menurut laporan WHO, 32 negara telah melarang penjualan rokok elektrik dan 79 lainnya telah mengadopsi setidaknya satu tindakan untuk menekan penjualan, penggunaan, atau promosi produk tersebut. Dengan demikian, masih ada 84 negara di dunia yang belum mengatur atau membatasi penjualan rokok elektrik dengan cara apa pun.
“Negara-negara yang tidak melarang nikotin harus mengadopsi kebijakan yang tepat untuk melindungi masyarakatnya dari bahaya sistem pengiriman nikotin elektronik, dan untuk mencegah penggunaan nikotin oleh anak-anak, remaja dan kelompok rentan lainnya,” kata Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus saat itu.
Mantan Walikota New York Michael Bloomberg yang juga merupakan Duta Besar Global WHO untuk Penyakit dan Cedera Tidak Menular, juga melakukan kampanye menentang vape. “Seiring dengan penurunan penjualan rokok, perusahaan tembakau secara agresif memasarkan produk baru seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan serta melobi pemerintah untuk membatasi peraturan mereka. Tujuan mereka sederhana, untuk menjerat generasi berikutnya dalam konsumsi nikotin. Kami tidak bisa membiarkan itu terjadi,” ucap pada Juli lalu.
"Kondisi ini akan menyebabkan lebih banyak kematian dan penderitaan akibat merokok, terutama di negara berpenghasilan rendah serta menengah di mana sebagian besar kematian akibat rokok sudah terjadi," ucapnya.
Menurut laporan WHO, 32 negara telah melarang penjualan rokok elektrik dan 79 lainnya telah mengadopsi setidaknya satu tindakan untuk menekan penjualan, penggunaan, atau promosi produk tersebut. Dengan demikian, masih ada 84 negara di dunia yang belum mengatur atau membatasi penjualan rokok elektrik dengan cara apa pun.
“Negara-negara yang tidak melarang nikotin harus mengadopsi kebijakan yang tepat untuk melindungi masyarakatnya dari bahaya sistem pengiriman nikotin elektronik, dan untuk mencegah penggunaan nikotin oleh anak-anak, remaja dan kelompok rentan lainnya,” kata Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus saat itu.
Mantan Walikota New York Michael Bloomberg yang juga merupakan Duta Besar Global WHO untuk Penyakit dan Cedera Tidak Menular, juga melakukan kampanye menentang vape. “Seiring dengan penurunan penjualan rokok, perusahaan tembakau secara agresif memasarkan produk baru seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan serta melobi pemerintah untuk membatasi peraturan mereka. Tujuan mereka sederhana, untuk menjerat generasi berikutnya dalam konsumsi nikotin. Kami tidak bisa membiarkan itu terjadi,” ucap pada Juli lalu.
Lihat Juga :