Kinerja DVLA Meningkat Signifikan di Tengah Pandemi Covid-19
Kamis, 04 Juni 2020 - 15:22 WIB
Bisnis Obat Resep PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) tumbuh secara signifikan sebesar 31% dibandingkan kinerja pada kuartal yang sama tahun lalu. Foto/Dok
JAKARTA - Bisnis Obat Resep PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) tumbuh secara signifikan sebesar 31% dibandingkan kinerja pada kuartal yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kinerja produk-produk dalam kategori general medicine, critical care, dan skin care.
“Kami bersyukur di tengah pandemi Covid-19 dan kondisi ekonomi global yang menantang, kinerja perusahaan mampu tumbuh lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut merupakan hasil dari upaya dan strategi bisnis yang tepat,” kata Head of Legal & Corporate Secretary DVL, Widya Olivia Tobing di Jakarta.
Pertumbuhan itu didorong oleh permintaan terhadap kategori produk suplemen, terutama Enervon C dan Enervon Active, mendorong pertumbuhan Divisi Consumer Health Perseroan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan produk suplemen di masa pandemik.
Di sisi lain, peningkatan penjualan produk-produk suplemen tersebut tidak cukup untuk mengkompensasi penurunan konsumsi terhadap produk-produk personal care yang bersamaan dengan menurunnya prioritas konsumen akan kebutuhan produk-produk “non-esensial” dalam kondisi saat ini.
“Kami bersyukur di tengah pandemi Covid-19 dan kondisi ekonomi global yang menantang, kinerja perusahaan mampu tumbuh lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut merupakan hasil dari upaya dan strategi bisnis yang tepat,” kata Head of Legal & Corporate Secretary DVL, Widya Olivia Tobing di Jakarta.
Pertumbuhan itu didorong oleh permintaan terhadap kategori produk suplemen, terutama Enervon C dan Enervon Active, mendorong pertumbuhan Divisi Consumer Health Perseroan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan produk suplemen di masa pandemik.
Di sisi lain, peningkatan penjualan produk-produk suplemen tersebut tidak cukup untuk mengkompensasi penurunan konsumsi terhadap produk-produk personal care yang bersamaan dengan menurunnya prioritas konsumen akan kebutuhan produk-produk “non-esensial” dalam kondisi saat ini.
Lihat Juga :