Indonesia dan ADB Luncurkan Kerja Sama Ambisius Tekan Emisi Karbon

Kamis, 04 November 2021 - 20:23 WIB
Selain itu, tambah Sri Mulyani, faktor lain yang juga harus dipertimbangkan adalah kemampuan APBN untuk mendukung transisi, baik dalam bentuk subsidi atau insentif, maupun pembiayaan modal untuk energi baru dan terbarukan. Serta transmisi, distribusi, dan penerimaan negara.

Kata dia, ekonomi Indonesia akan terus tumbuh dan permintaan untuk energi juga akan meningkat. Permintaan energi yang naik harus dipenuhi dengan efisien dan emisi karbon yang lebih rendah atau bahkan dengan emisi nol.

Pemerintah Indonesia menyadari bahwa bagi negara berkembang, transisi menuju energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan perlu dilakukan tanpa membebani keuangan negara. Oleh sebab itu, berbagai kebijakan dirumuskan dengan memastikan pertumbuhan yang tentunya membutuhkan energi tersebut tetap ada tetapi dilakukan secara “hijau”.

Untuk melakukannya diperlukan kombinasi antara menurunkan ketergantungan terhadap pembangkit listrik bertenaga batu bara, dan dalam waktu bersamaan membangun energi alternatif yang lebih hijau.

“Apabila negara berkembang ingin lebih ambisius, kita harus segera melaksanakan ETM yang sudah kita mulai dengan ADB ini,” kata Sri Mulyani.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!