Angka Kemiskinan Ditargetkan Turun Menjadi 8,5-9% di 2022

Kamis, 18 November 2021 - 17:04 WIB
"Di tahun 2023-2024 di 514 kabupaten/kota prioritas dan tingkat kemiskinan ekstremnya di 2,3-3%. Dan di 2024 kemiskinannya ekstrem (ditargetkan) menjadi 0%," paparnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Targetkan Angka Kemiskinan 0% di 2024

Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa untuk tahun ini Wakil Presiden (Wapres) juga telah mengunjungi 7 provinsi prioritas untuk mendorong penuntasan kemiskinan ekstrem. Berbagai program untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem pun akan dilakukan hingga akhir tahun ini.

"Program yang didorong untuk di tahun ini adalah top up BLT desa sebesar Rp300 ribu kali 3 bulan jumlah sasarannya adalah 694 KPM (keluarga penerima manfaat). Ini membutuhkan surat edaran bersama kemendagri dan kemendes. Dan ini penyesuaian PMK sedang disiapkan," ungkapnya.

Langkah berikutnya adalah program kartu sembako yang juga di-top up menjadi Rp300 ribu kali 3 bulan. Menurut menteri sosial, kata Airlangga, jumlah penerimanya nanti adalah sekitar 1,4 juta keluarga dan akan dilaksanakan di akhir atau di awal Desember. "Dan kemudian akan ada survei khusus susenas kemiskinan di bulan Desember," pungkasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!