Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik, TBS-Gojek Siapkan Investasi Rp14 Triliun Lebih
Kamis, 18 November 2021 - 18:10 WIB
Konferensi Pers Kolaborasi Strategis Ekosistem Kendaraan Listrik Gojek dan TBS Energi Utama di Jakarta, Kamis (18/11/2021). Foto/Ist
JAKARTA - Guna mendukung roadmap penggunaan kendaraan listrik dan ekosistem kendaraan listrik yang dicanangkan pemerintah pada tahun 2030, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengumumkan pembentukan perusahaan patungan (joint venture) bersama perusahaan teknologi ride-hailing PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek , dengan nama Electrum.
Wakil Direktur Utama PT TBS Energi Utama Pandu Patria Sjahrir mengungkapkan, pihaknya dan Gojek berkomitmen akan menginvestasikan sampai USD1 miliar (sekira Rp14 triliun dengan kurs Rp14.000/USD) dalam 5 tahun ke depan untuk membangun ekosistem dan industri kendaraan listrik.
Baca Juga: Kendaraan Listrik Jadi Kunci Kejar Target Bebas Karbon 2060
"Dalam waktu 5 tahun ke depan kita akan investasi lebih dari USD1 miliar berbarengan untuk membangun industri ini," ujar Pandu dalam Konferensi Pers Kolaborasi Strategis Ekosistem Kendaraan Listrik Gojek dan TBS Energi Utama di Jakarta, Kamis (18/11/2021).
Pandu menuturkan, investasi itu akan digunakan untuk pembangunan ekosistem kendaraan listrik dari hulu ke hilir. Investasi tersebut diharapkan akan membantu Pemerintah Indonesia untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik pada tahun 2030.
"Jadi, kita juga akan bangun manufaktur mulai dari pembuatan motor listriknya, teknologi pembuatan baterainya, infrastruktur swap baterai atau charging station-nya, serta investasi pembiayaan kendaraan listrik, kita akan bangun dari hulu ke hilir," paparnya.
Wakil Direktur Utama PT TBS Energi Utama Pandu Patria Sjahrir mengungkapkan, pihaknya dan Gojek berkomitmen akan menginvestasikan sampai USD1 miliar (sekira Rp14 triliun dengan kurs Rp14.000/USD) dalam 5 tahun ke depan untuk membangun ekosistem dan industri kendaraan listrik.
Baca Juga: Kendaraan Listrik Jadi Kunci Kejar Target Bebas Karbon 2060
"Dalam waktu 5 tahun ke depan kita akan investasi lebih dari USD1 miliar berbarengan untuk membangun industri ini," ujar Pandu dalam Konferensi Pers Kolaborasi Strategis Ekosistem Kendaraan Listrik Gojek dan TBS Energi Utama di Jakarta, Kamis (18/11/2021).
Pandu menuturkan, investasi itu akan digunakan untuk pembangunan ekosistem kendaraan listrik dari hulu ke hilir. Investasi tersebut diharapkan akan membantu Pemerintah Indonesia untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik pada tahun 2030.
"Jadi, kita juga akan bangun manufaktur mulai dari pembuatan motor listriknya, teknologi pembuatan baterainya, infrastruktur swap baterai atau charging station-nya, serta investasi pembiayaan kendaraan listrik, kita akan bangun dari hulu ke hilir," paparnya.
Lihat Juga :