Kendaraan Tanpa Pengemudi Jadi Kebutuhan Transportasi Masa Depan

Sabtu, 06 Juni 2020 - 16:16 WIB
“Tapi bukan berarti tidak bisa. Saya kira bisa, tinggal melihat kebutuhannya seperti apa,” ungkapnya. Di negara maju penggunaan kendaraan berbasis listrik sudah digalakkan. Sementara di dalam negeri proses ke arah sana terus disiapkan oleh pemerintah.

Joshua beralasan, proses yang panjang pada penerapan kendaraan listrik masih terletak pada ketersediaan infrastruktur. Sebab, memang diakui tidak mudah berpindah dari transportasi berbasis bensin ke listrik, apalagi pada sektor industri yang padat modal dan padat karya.

Sebagai catatan, peningkatan jumlah kendaraan berbasis listrik semakin bertambah dari tahun ke tahun. Pada 2018 misalnya penggunaan kendaraan listrik di dunia sudah mencapai 3,29 juta kendaraan dan didukung dengan fasilitas pengisian daya listrik sebanyak 5,2 juta charger.

Jika penerapan kendaraan listrik sudah masif, tahapan selanjutnya akan berproses pada tingkatan yang lebih maju yakni otomatisasi kendaraan. Otomatisasi memungkinkan setiap kendaraan terkoneksi dengan kondisi jalur yang dilewatinya, termasuk terkoneksi dengan kendaraan lain.

“Hal ini tentu saja akan mengurangi kerja-kerja sopir atau pengemudi. Bahkan labih canggih kita tidak perlu pengemudi namun diatur dengan sistem kontrol. Jika berada dalam kondisi ini, jumlah kendaraan bisa dikontrol jalanan ibarat sirkuit dikontrol dari jauh,” jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!