Kabar Buruk dari China, Bisnis Kontainer Lumpuh Akibat Kebijakan Nol Covid
Jum'at, 26 November 2021 - 16:18 WIB
Kebijakan nol Covid-19 yang semakin ekstrem melumpuhkan bisnis kontainer di China. FOTO/REUTERS
BEIJING - Kebijakan nol Covid-19 yang semakin ekstrem melumpuhkan bisnis kontainer di China. Kebijakan tersebut dikhawatirkan menggangu rantai pasok global hingga memperlambat pertumbuhan ekonomi. Mengingat China sebagai eksportir terbesar dunia dan sebagai pusat industri utama perkapalan.
Dalam upaya mencegah pandemi, China secara tegas melarang perubahan awak kapal asing. Tak hanya itu, China juga melakukan wajib karantina selama tujuh pekan bagi awak kapal yang baru kembali. Bahkan awak kapal wajib menunggu dua minggu sebelum diizinkan masuk ke pelabuhan China.
"Pembatasan di China menyebabkan efek langsung. Setiap pembatasan operasi kapal memiliki dampak akumulatif terhadap rantai pasokan dan menyebabkan gangguan nyata," kata Sekretaris Jenderal Kamar Perkapalan Internasional Guy Platten dikutip dari The Strais Time, Jumat (26/11/2021).
Baca Juga: Kapal Mata-mata China Nongol di Lepas Pantai, Australia Nyalakan Tanda Bahaya
Dalam upaya mencegah pandemi, China secara tegas melarang perubahan awak kapal asing. Tak hanya itu, China juga melakukan wajib karantina selama tujuh pekan bagi awak kapal yang baru kembali. Bahkan awak kapal wajib menunggu dua minggu sebelum diizinkan masuk ke pelabuhan China.
"Pembatasan di China menyebabkan efek langsung. Setiap pembatasan operasi kapal memiliki dampak akumulatif terhadap rantai pasokan dan menyebabkan gangguan nyata," kata Sekretaris Jenderal Kamar Perkapalan Internasional Guy Platten dikutip dari The Strais Time, Jumat (26/11/2021).
Baca Juga: Kapal Mata-mata China Nongol di Lepas Pantai, Australia Nyalakan Tanda Bahaya
Lihat Juga :