Akuisisi Pabrik Mobil Listrik Ditolak Ahok, Pengamat Duga Ada Tekanan Kuat

Minggu, 28 November 2021 - 17:56 WIB
Menurutnya, jangan sampai isu mobil listrik ini justru hanya dijadikan komoditas politik Ahok. Lalu Menimbulkan kegaduhan sosial dan khususnya di internal Pertamina.

"Atau mungkin karena bukan perusahaan mobil China yang diakuisisi? Sehingga Ahok menunjukan ketidaksetujuan keputusan bisnis tersebut dengan berupaya meraih simpati publik," ujar Adib.

Diketahui, dalam statementnya di salah satu media, Ahok menyatakan daripada aengakuisisi perusahaan mobil listrik, lebih baik mengajak kerja sama dengan salah satu brand kendaraan Rodarempat asal China yang juga saat ini sudah memproduksi mobil listrik.

"Tentunya statement ini mempertegas posisi keberadaan Ahok dalam menolak rencana akuisisi perusahaan mobil StreetScooter. Dan tegas terlihat Ahok seolah-olah mau menahan berkembangnya Industri mobil listrik yang bisa dimiliki oleh Indonesia," papar Adib.

Adib mempertanyakan bagaimanapun apabila Pertamina Power Indonesia (PPI) bisa mengakusisi perusahaan mobil StreetScooter yang sudah berjalan memproduksi dan memasarkan mobil listrik, maka ke depannya bangsa kita bisa lebih cepat masuk dalam Industri kendaraan listrik yang sangat berpotensial.

"Pertamina Power Indonesia juga bisa menaruh langsung putra putri indonesia dalam pabrik tersebut sehingga transfer technology atas Industri kendaraan listrik bisa lebih cepat dan akurat dalam penetrasinya," tegasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!