Implementasi Harga Baru Gas Dorong Ekspansi Sektor Manufaktur

Minggu, 07 Juni 2020 - 21:09 WIB
Implementasi harga gas industri menjadi USD6 dollar per MMBTU dinilai merupakan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor manufaktur nasional. Foto/Dok
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memandang implementasi harga gas industri menjadi USD6 dollar per Million Metric British Thermal Unit (MMBTU) merupakan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor manufaktur nasional. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, penerapan harga gas industri ini telah lama ditunggu realisasinya oleh para pelaku usaha di tanah air.

“Sudah sewajarnya industri manufaktur mendapat perhatian khusus, karena sektor strategis ini merupakan kontributor terbesar terhadap PDB nasional. Kami berharap kebijakan harga gas USD6 MMBTU ini dapat mengurangi beban industri manufaktur, khususnya di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Minggu (7/6/2020).



(Baca Juga: Sah, Harga Gas Industri Ditetapkan USD6 per MMBTU )

Menperin mengungkapkan, penerapan kebijakan harga gas untuk industri sudah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas kabinet pada 6 Januari 2020. “Arahannya agar harga gas untuk industri mengacu kepada Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016, yaitu sebesar USD6 dollar per MMBTU,” katanya.

Agus menyampaikan, implementasi harga gas sebesar USD6 dollar per MMBTU di plant gate dapat mendorong industri manufaktur menjadi lebih ekspansif dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. “Karenanya, kami juga meminta kepada Menteri ESDM untuk dapat memperluas daftar penerima manfaat kebijakan tersebut,” ujarnya.

Penurunan harga gas bumi bagi industri ini sebelumnya hanya diberikan kepada delapan perusahaan dari tiga sektor, yaitu industri pupuk, petrokimia dan baja. Kemudian diperluas kepada 188 perusahaan dari tujuh tujuh sektor, yaitu industri pupuk, petrokimia, baja, keramik, kaca, sarung tangan karet, dan oleokimia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!